KILASJAVA.ID, MADIUN – Tongkat estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun resmi berganti. Jabatan Kepala Lapas yang sebelumnya diemban Dr. Andi Wijaya Rivai kini diserahterimakan kepada Fajar Nur Cahyono dalam prosesi serah terima jabatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026).
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Sementara itu, Dr. Andi Wijaya Rivai memperoleh amanah baru dengan promosi jabatan untuk bertugas di Kantor Wilayah Pemasyarakatan Bali.
Mengawali masa kepemimpinannya, Fajar Nur Cahyono menegaskan komitmen untuk menjaga kesinambungan berbagai program yang telah dirintis pendahulunya.
Ia menilai sejumlah capaian yang telah dibangun selama kepemimpinan Andi Wijaya Rivai merupakan fondasi penting yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.
Menurut Fajar, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh lahirnya program baru, melainkan juga kemampuan menjaga keberlanjutan program yang telah terbukti memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.
“Program-program yang sudah digagas oleh Pak Andi akan kami tingkatkan dan perbaiki apabila masih ada kekurangan. Minimal, apa yang sudah ditorehkan beliau akan kami pertahankan,” ujarnya.
Selain melanjutkan program yang sudah berjalan, Fajar juga menaruh perhatian pada penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Madiun, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta unsur masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Ia menegaskan bahwa Lapas Kelas I Madiun sebagai bagian dari organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan layanan yang profesional sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Bagi Fajar, keberadaan lembaga pemasyarakatan tidak semata-mata berorientasi pada pembinaan warga binaan.
Lebih dari itu, Lapas juga harus mampu menjadi institusi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, program pemberdayaan, serta kerja sama yang berdampak langsung bagi warga.
Harapan tersebut sejalan dengan upaya mendorong fungsi pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif, di mana proses pembinaan warga binaan dapat berjalan beriringan dengan kontribusi sosial yang dirasakan masyarakat luas.
“Apa yang bisa kami perbuat untuk kebaikan Kota Madiun dan masyarakatnya tentu akan kami sumbangkan, baik melalui kegiatan sosial, pembinaan warga binaan, maupun bakti sosial lainnya yang memiliki potensi memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Fajar pada Kilasjava.id.
Di bawah kepemimpinan barunya, Lapas Kelas I Madiun diharapkan dapat terus memperkuat peran pembinaan, meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen daerah dalam mendukung pembangunan sosial kemasyarakatan di Kota Madiun.













