Terkini

Harganas 2026 di Malang, Kemendukbangga Jatim Gandeng Semua Pihak Percepat Penurunan Stunting

10
×

Harganas 2026 di Malang, Kemendukbangga Jatim Gandeng Semua Pihak Percepat Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kemendukbangga

KILASJAVA.ID, MALANG – Penanganan stunting membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha, lembaga sosial, hingga masyarakat diajak terlibat agar setiap anak Indonesia tumbuh sehat sejak dalam kandungan.

Semangat kolaborasi itu mengemuka dalam puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7).

Example 300x600

Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir, Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Maju”, Harganas tahun ini tidak hanya menjadi ajang peringatan tahunan. Berbagai program nyata dijalankan untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mempercepat penurunan stunting di Jawa Timur.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Karena itu, kehadiran ayah dalam proses pengasuhan memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.

“Harganas menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Tema Ayah Wajib Hadir mengingatkan bahwa kehadiran ayah dalam pengasuhan memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Upaya percepatan penurunan stunting juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga para dermawan,” ujarnya.

Sebelum acara puncak, rombongan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mengunjungi keluarga penerima manfaat di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sasaran utamanya adalah kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang masuk kelompok prioritas pencegahan stunting.

Pada kesempatan itu, berbagai bantuan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat. Mulai program Makan Bergizi Gratis (MBG), paket sembako dari Baznas Kabupaten Malang, bantuan Rumah Layak Huni (RLTH), hingga pembangunan jamban sehat.

Seluruh bantuan tersebut menjadi bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini mendorong keterlibatan pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, organisasi sosial, dan masyarakat dalam mendampingi keluarga yang berisiko melahirkan anak stunting.

Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pemberian makanan bergizi. Pemerintah juga memperhatikan kondisi rumah dan sanitasi keluarga karena lingkungan yang sehat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur juga memastikan kesiapan operasional SPPG yang menjadi bagian dari program pemenuhan gizi nasional. Fasilitas tersebut ditargetkan mampu melayani sedikitnya 300 penerima manfaat dari kelompok prioritas sesuai standar Badan Gizi Nasional.

Momentum Harganas turut diwarnai pemberian penghargaan kepada 38 bupati dan wali kota se-Jawa Timur serta 38 Ketua TP-PKK kabupaten/kota yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.

Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dari unsur pemerintah maupun perusahaan yang aktif mendukung pengasuhan anak.

Manfaat program pemerintah turut dirasakan Siti Badriyah, salah satu penerima MBG. Putrinya, Aleya, telah menerima bantuan makanan bergizi sejak berusia satu tahun.

“Alhamdulillah, anak saya sudah mendapatkan MBG sejak usia satu tahun dan sampai sekarang masih rutin menerima setiap hari. Bantuan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak saya. Kalau harus memenuhi makanan bergizi sendiri, terus terang saya kesulitan karena keterbatasan ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Siti, menu yang diterima setiap hari cukup lengkap, mulai sayuran, telur, ayam, buah hingga susu. Selain itu, keluarganya juga memperoleh bantuan sembako berupa beras, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Semua itu sangat membantu. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah atas program MBG ini. Semoga program ini terus berjalan agar anak-anak seperti anak saya tetap mendapatkan gizi yang baik,” katanya.

Dalam rangkaian Harganas tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur bersama para mitra juga menyerahkan santunan serta paket sembako kepada keluarga penerima manfaat Program GENTING.

Bantuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan keluarga sekaligus memastikan intervensi penurunan stunting berjalan lebih menyeluruh melalui kolaborasi berbagai pihak.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *