Keagamaan

Maulid Nabi di Majelis Ar-Rohimin, Habib Abdul Qadir Ajak Jamaah Meneladani Rasulullah

38
×

Maulid Nabi di Majelis Ar-Rohimin, Habib Abdul Qadir Ajak Jamaah Meneladani Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Majelis Ar-Rohimin
Dari kiri: Pengasuh Majelis Ar-Rohimin, Habib Musthofa Bin Zein Al-Alydrus, Habib Abdul Qadir Bin Zaid Ba'abud dan Pembina Majelis Ar-Rohimin, H. Abdul Rohim.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Pengajian rutin Rabu malam Majelis Ar-Rohimin berlangsung dengan suasana berbeda. Selain agenda pengajian rutin, kegiatan kali ini dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kehadiran Habib Abdul Qadir bin Zaid Ba’abud, pengasuh Pondok Pesantren Ribath At-Taqwa, turut membuat suasana pengajian berlangsung semarak sekaligus khidmat.

Dikenal sebagai pendakwah yang ceria, Habib Abdul Qadir menyampaikan tausiah dengan suasana yang segar. Dalam kajiannya, ia mengingatkan jamaah mengenai berbagai cara setan menggoda manusia hingga menjauh dari Allah SWT.

Menurut Habib Abdul Qadir, setan memiliki sejumlah cara untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Cara pertama adalah membuat janji. Setan memberikan bisikan dan janji-janji manis ke dalam hati manusia agar mereka terlena dan melupakan Allah.

Kedua, setan memberikan angan-angan. Setelah membisikkan berbagai janji, setan menanamkan khayalan dan angan-angan sehingga manusia terus berandai-andai. Salah satu bentuknya, ketika seseorang melakukan kesalahan atau dosa, setan membisikkan bahwa dosa tersebut hanyalah dosa kecil dan masih bisa diperbaiki di kemudian hari.

“Sudah, kau lakukan lagi dosa yang sama, nanti setelah itu kamu bisa tobat, Tuhanmu Maha Pengampun, ini kata setan dan Inilah salah satu bentuk rayuan dan tipu daya setan, dan sering kali manusia terjebak,” ujar Habib Abdul Qadir.

Cara ketiga, lanjut dia, adalah membuat manusia terus terjerumus ke dalam dosa. Setan senantiasa menggoda manusia agar mengulangi kesalahan yang sama sehingga semakin jauh dari jalan Allah dan pada akhirnya terjerat dalam keburukan.

Cara keempat adalah membuat manusia putus asa. Setan membawa manusia pada kondisi kehilangan harapan akibat kesalahan yang telah dilakukan. Dalam kondisi iman yang tipis, keputusasaan dapat mendorong seseorang mencari jalan pintas.

Menurut dia, kondisi tersebut juga dapat dimanfaatkan setan ketika membisikkan godaan kepada orang-orang yang tidak mampu atau berada dalam kemiskinan/fakir.

Ketika iman seseorang lemah, godaan tersebut dapat mendorong manusia melakukan tindakan yang melanggar agama maupun aturan pemerintah. Bahkan, dalam kondisi tertentu, dapat membawa seseorang kepada kekufuran.

Ia mengingatkan bahwa kemiskinan juga disebut dalam hadis sebagai sesuatu yang dapat membawa kepada kekufuran. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan setan untuk semakin menjauhkan manusia dari Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60