KILASJAVA.ID, SURABAYA – Rumah Sakit Hewan (RSH) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) meresmikan Apotek Veteriner sebagai upaya memperkuat pengendalian penggunaan obat hewan sekaligus mendukung proses pembelajaran mahasiswa kedokteran hewan.
Peresmian berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, di RSH UNAIR. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan FKH UNAIR Prof Dr Lilik Maslachah drh MKes, Direktur RSH UNAIR Prof Dr Anwar Maโruf drh MKes, serta sejumlah tamu undangan.
Peresmian apotek veteriner tersebut digelar bersamaan dengan seminar dan workshop Practical Small Animal Orthopedics: Limb Fracture Management Principles, Workshop Approach, & Implants Application yang diselenggarakan RSH UNAIR selama tiga hari.
Direktur RSH UNAIR, Prof Anwar Maโruf, mengatakan keberadaan apotek veteriner menjadi langkah penting untuk mengendalikan peredaran obat hewan yang saat ini dapat diperoleh secara luas oleh masyarakat. Menurut dia, penggunaan obat hewan secara bebas berpotensi meningkatkan resistensi yang berdampak pada sulitnya proses pengobatan.
โSaat ini kalau kita lihat resistensi penggunaan obat pada hewan begitu meningkat. Bila sudah terjadi resistensi, menyebabkan pengobatan menjadi sulit. Kenapa terjadi resistensi? Ya karena penggunaan antibiotik bisa diberikan secara bebas,โ ujar Prof Anwar.
Ia berharap keberadaan apotek veteriner dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat hewan yang tepat, termasuk dalam hal pemilihan dan pemberian obat sesuai kebutuhan.
Selain berperan dalam pengawasan penggunaan obat hewan, Prof Anwar menyebut apotek veteriner juga memiliki fungsi dalam menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesehatan hewan memiliki keterkaitan dengan pencegahan penularan penyakit dari hewan kepada manusia.
โKami berharap apotek ini dapat ikut berperan untuk menjaga kesehatan hewan. Kalau kita menjaga kesehatan hewan, berarti kita menjaga penularan penyakit akibat hewan ke manusia,โ katanya.
Di lingkungan akademik, keberadaan apotek veteriner juga diarahkan sebagai fasilitas pendukung pembelajaran bagi mahasiswa FKH UNAIR. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi tempat mahasiswa mempelajari berbagai aspek terkait obat hewan, mulai dari penulisan resep hingga proses peracikan.
โPara mahasiswa kedokteran hewan harus bisa mempelajari bagaimana menulis resep, bagaimana meracik obat, bagaimana tahunya obat-obat hewan. Apa saja yang harus atau tidak boleh dijual bebas, mereka mahasiswa nanti bisa praktik atau magang di apotek veteriner,โ ungkap Prof Anwar.
Ia menambahkan, kelengkapan fasilitas yang tersedia di apotek veteriner dapat membantu mahasiswa memahami proses penentuan serta pemberian obat sesuai dengan kebutuhan hewan.







