Example 728x250
Terkini

Lumajang Jadi Tuan Rumah PORSADIN VII Jatim, Santri Berebut Tiket ke Jakarta

14
×

Lumajang Jadi Tuan Rumah PORSADIN VII Jatim, Santri Berebut Tiket ke Jakarta

Sebarkan artikel ini
Porsadin KilasJava

KILASJAVA.ID, LUMAJANG – Lumajang kembali menjadi titik temu ribuan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sebanyak 35 kafilah kabupaten dan kota berkumpul dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (PORSADIN) VII Jawa Timur yang resmi digelar Jumat (25/9). Kegiatan tersebut berlangsung hingga Minggu (27/9/2026).

Bukan sekadar arena perebutan juara. PORSADIN menjadi bagian dari pembinaan santri dalam tiga ranah sekaligus, yakni keagamaan, seni, dan olahraga. Tahun ini, para peserta juga membawa target lebih jauh karena juara pertama dari setiap cabang berkesempatan menjadi wakil Jawa Timur pada PORSADIN Nasional (PORSADINAS) yang dijadwalkan berlangsung November 2026 di Jakarta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah tidak bisa dilepaskan dari pembentukan karakter generasi muda.

Lembaga pendidikan keagamaan nonformal itu dinilai memiliki peran dalam menanamkan akhlak, memperkuat akidah, serta menjaga tradisi keislaman yang moderat dan toleran.

โ€œDari rahim Madrasah Diniyah inilah lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter dan berjiwa sosial tinggi,โ€ ujarnya.

Menurut Akhmad, PORSADIN menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan santri secara lebih luas. Santri tidak hanya dituntut mampu membaca kitab dan memahami ilmu agama. Mereka juga diarahkan menjadi pribadi yang sehat, kreatif, tangguh, serta mampu berkompetisi secara sportif.

โ€œMelalui PORSADIN, kita menyatukan dua dimensi penting dalam pembangunan sumber daya manusia, yaitu olah jiwa dan seni serta olahraga,โ€ jelasnya.

Sebanyak 14 cabang lomba dipertandingkan dalam PORSADIN VII Jawa Timur 2026. Cabang tersebut meliputi Tahfidz Juz 30, Musabaqah Qiraatul Kitab (MQK) Safinatun Najah, Cerdas Cermat Diniyah, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Musabaqah Tilawatil Qurโ€™an (MTQ), Murattal wal Imlaโ€™, Kaligrafi, Puisi Islami, Lari Sprint, Bulu Tangkis Tunggal, Tenis Meja Tunggal, Lantunan Sholawat, dan Adzan.

Tiga cabang di antaranya merupakan olahraga, yakni lari sprint, bulu tangkis tunggal, dan tenis meja tunggal. Selebihnya merupakan cabang seni dan keagamaan.

Bagi Akhmad, unsur olahraga dan seni memiliki peran masing-masing dalam proses pembentukan santri. Seni dan olah jiwa menjadi ruang untuk mengasah kreativitas serta memperhalus rasa. Sementara olahraga membentuk kebugaran, kedisiplinan, daya juang, dan mental kompetitif.

Karena itu, dia meminta seluruh peserta bertanding dengan kemampuan terbaik. Namun, semangat mengejar prestasi tetap harus berjalan bersama kejujuran dan sportivitas.

โ€œKemenangan sejatinya bukan semata-mata membawa pulang piala atau medali, tetapi ketika kalian mampu menjalin silaturahmi, saling mengenal antar-santri se-Jawa Timur, serta menjaga nama baik madrasah dan daerah masing-masing. Santri sportif, santri berakhlak,โ€ pesannya.

Pesan serupa juga diarahkan kepada dewan juri dan wasit. Akhmad meminta seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugas secara objektif, adil, dan berintegritas. Dia juga memberikan apresiasi kepada panitia serta pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) atas persiapan penyelenggaraan PORSADIN.

Dari sisi tuan rumah, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menyampaikan kebanggaannya karena Kabupaten Lumajang dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan PORSADIN VII Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60