Teknologi

Menteri LH Apresiasi Inovasi ITS, Komposter Cepat dan Siklusin Berpotensi Jadi Solusi Nasional

15
×

Menteri LH Apresiasi Inovasi ITS, Komposter Cepat dan Siklusin Berpotensi Jadi Solusi Nasional

Sebarkan artikel ini
ITS
Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat saat di stan Instalasi Tirta Siaga.

Menteri Lingkungan Hidup juga melihat peluang besar penerapan teknologi ITS untuk mendukung pengelolaan limbah pada Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut dia, setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan menghasilkan limbah organik maupun limbah cair berminyak yang memerlukan sistem pengolahan terpadu.

Example 300x600

Karena itu, ia berencana membuka pembahasan lebih lanjut dengan pengelola MBG agar teknologi yang dikembangkan ITS dapat diintegrasikan dalam operasional dapur program tersebut.

“Saya akan berdiskusi dengan pengelola MBG agar pengolahan limbah dari dapur-dapur MBG dapat memanfaatkan teknologi seperti ini. Saya melihat potensinya sangat besar untuk dikolaborasikan,” katanya.

ITS
Momen foto bersama dan penyerahan cinderamata mata.

Di bidang transformasi digital, Jumhur mengapresiasi pengembangan Siklusin, sebuah platform yang dirancang untuk memantau alur ekonomi sirkular mulai dari sumber sampah, proses pengolahan, hingga distribusi produk hasil daur ulang.

Menurut dia, keberadaan sistem digital seperti Siklusin akan menjadi fondasi penting dalam penerapan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) yang segera dituangkan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup.

Regulasi tersebut mewajibkan produsen bertanggung jawab terhadap seluruh siklus hidup produk, termasuk pengelolaan sampah kemasan maupun limbah elektronik yang dihasilkan.

“Pemerintah akan membentuk organisasi pengelola yang didanai para produsen. Dana tersebut digunakan untuk memastikan sampah dikumpulkan, didaur ulang, dimanfaatkan kembali, atau diolah menjadi energi. Sistem digital seperti yang dikembangkan ITS akan sangat membantu proses itu,” ujarnya.

Sebagai ilustrasi, Jumhur menyebut industri mi instan menghasilkan sekitar 20 miliar bungkus kemasan setiap tahun. Tanpa sistem pelacakan dan pengelolaan yang terintegrasi, limbah tersebut berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan, terutama di kawasan sungai dan laut.

Karena itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat merupakan prasyarat penting dalam membangun sistem ekonomi sirkular sekaligus menciptakan lapangan kerja hijau yang berkelanjutan.

“ITS telah menunjukkan bahwa inovasi teknologi bisa menjadi solusi nyata bagi persoalan lingkungan. Ini sangat bagus dan layak dikembangkan lebih luas,” ujarnya.

Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati mengatakan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara kementerian dan ITS. Bahkan, menurut dia, Menteri Jumhur mengusulkan agar kolaborasi tersebut segera diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *