Pendidikan

Unusa Redesain Kurikulum Berbasis OBE, Hadapi Era AI dan Indonesia Emas 2045

12
×

Unusa Redesain Kurikulum Berbasis OBE, Hadapi Era AI dan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Unusa
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSA), Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng., saat sambutan.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital mengubah kebutuhan kompetensi di hampir seluruh sektor pekerjaan. Perubahan tersebut menjadi tantangan baru bagi perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tetap relevan di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi otomatisasi.

Merespons kondisi itu, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melakukan redesain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Langkah tersebut dibahas dalam Sarasehan Redesain Kurikulum bertema Kurikulum Berdampak Berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk Lulusan Unggul dan Berdaya Saing yang digelar pada Selasa (4/8/2026).

Example 300x600

Forum tersebut menghadirkan Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) Prof. Mohammad Nuh, Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono, dan Staf Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Hermawan Kresno Dipojono.

AI Mengubah Peta Kompetensi Dunia Kerja

Dalam paparannya, Prof. Hermawan menjelaskan bahwa kemajuan AI diperkirakan akan menggantikan banyak pekerjaan yang bersifat rutin. Karena itu, perguruan tinggi perlu mengembangkan kompetensi yang tidak mudah digantikan mesin.

Ia menyebut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, empati, dan penyelesaian masalah sebagai keterampilan utama yang harus dimiliki lulusan masa depan.

> “Robot dan AI akan mengambil alih pekerjaan yang bersifat rutin. Karena itu, perguruan tinggi harus mempersiapkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berinovasi, berempati, serta mampu menyelesaikan persoalan nyata. Kompetensi seperti inilah yang sulit digantikan oleh teknologi,” kata Prof. Hermawan.

 

Ia juga memperkenalkan konsep Digital Khalifah 2050, yaitu paradigma pembangunan sumber daya manusia yang menggabungkan kecakapan digital dengan nilai moral, spiritual, dan kepemimpinan.

Menurutnya, Indonesia memerlukan generasi yang mampu menguasai teknologi sekaligus menggunakannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pendidikan Tidak Hanya Menjawab Kebutuhan Industri

Ketua YARSIS Prof. Mohammad Nuh menilai transformasi kurikulum tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan pasar kerja. Perguruan tinggi tetap memiliki tanggung jawab membentuk manusia yang mampu memberikan kemaslahatan bagi lingkungan sekitarnya.

Karena itu, pengembangan Unusa sebagai Islamic Sustainable Digital University menempatkan nilai keberlanjutan, karakter, dan keislaman sebagai bagian dari proses pendidikan.

Mahasiswa diharapkan berkembang menjadi true learner, yakni individu yang memiliki kebiasaan belajar sepanjang hayat sehingga mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono menjelaskan bahwa pendekatan Outcome Based Education (OBE) dimulai dari penetapan capaian pembelajaran lulusan. Selanjutnya, mata kuliah dan proses pembelajaran disusun agar mampu menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, serta perkembangan teknologi.

Menurutnya, mahasiswa juga perlu memperoleh pengalaman belajar yang lebih kolaboratif, fleksibel, dan berbasis penyelesaian persoalan nyata.

Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat literasi digital, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta kepekaan sosial.

Melalui redesain kurikulum berbasis OBE, Unusa berupaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Transformasi ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi masa depan sekaligus mampu menjadi inovator dan agen perubahan.

Di tengah pesatnya perkembangan AI, penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education menjadi salah satu langkah yang dinilai penting untuk mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60