Di bidang kesehatan, Edinburgh Napier University juga memiliki fokus riset pada kesehatan mental, kesejahteraan (wellbeing), dan kebidanan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah proyek kebidanan yang tengah berjalan bersama mitra di Vietnam, yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dalam konteks Indonesia.
Selain kerja sama riset, kedua institusi turut membahas penguatan pendidikan doktoral sebagai jalur strategis dalam membangun kolaborasi akademik jangka panjang.
Edinburgh Napier University memperkenalkan program Doctor of Business Administration (DBA) yang dirancang secara modular dan fleksibel dengan komponen pembelajaran daring.
Skema tersebut memungkinkan mahasiswa dari Indonesia mengikuti program tanpa harus menetap penuh di Edinburgh. Dalam diskusi juga dibahas peluang pengembangan skema split-site PhD, yaitu model pendidikan doktoral yang memungkinkan mahasiswa membagi waktu penelitian antara universitas asal dan Edinburgh Napier University dengan dukungan pembimbing dari kedua institusi.
Prof. Miftahussurur menjelaskan bahwa UNAIR telah memiliki pengalaman menjalankan pembimbingan bersama dengan sejumlah universitas di Australia, Jepang, dan Taiwan.
Skema tersebut memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu maupun lokasi penelitian berdasarkan kesepakatan mahasiswa dan promotor.
Ia menawarkan pengembangan kerja sama serupa dengan Edinburgh Napier University melalui Sekolah Pascasarjana dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR, termasuk kemungkinan program sandwich dan double degree.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi sepakat menggelar pertemuan teknis secara daring dengan melibatkan Sekolah Pascasarjana serta unit terkait di UNAIR. Pertemuan tersebut akan membahas pengembangan kerja sama pendidikan doktoral, riset bersama, serta kolaborasi dengan sejumlah pusat riset Edinburgh Napier University.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Miftahussurur didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) sekaligus dosen Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR, Prof. Ferry Efendi, SKep Ns MSc PhD.
Prof. Ferry menyampaikan peluang riset bersama terkait migrasi perawat Indonesia ke luar negeri melalui jalur pemerintah, termasuk ke Jepang dan Jerman, serta pengembangan kolaborasi di bidang kebidanan.
“Kunjungan ke Edinburgh Napier University menjadi bagian dari rangkaian lawatan delegasi UNAIR ke Britania Raya pada 7–13 September 2026, yang juga mencakup pertemuan dengan King’s College London dan partisipasi dalam EAIE Glasgow 2026,” tutur Prof. Ferry.














