Example 728x250
Pendidikan

KKN ITS Dorong UMKM Gebang Surabaya Naik Kelas lewat Digitalisasi

18
×

KKN ITS Dorong UMKM Gebang Surabaya Naik Kelas lewat Digitalisasi

Sebarkan artikel ini

Asisten Laboratorium Manufacturing System sekaligus mahasiswa semester 7 Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS, Nisrina Azzah Qonitah, mengatakan kegiatan kali ini mencakup edukasi digitalisasi publikasi, pengenalan e-commerce, serta pengenalan ITS Food.

“Kami melakukan pendampingan dari awal hingga akhir terkait bagaimana cara mendaftar di ITS Food,” ujarnya.

Menurut Nisrina, pendampingan akan dilanjutkan melalui pemantauan secara bertahap. Mahasiswa ingin memastikan teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar digunakan oleh masyarakat.

Selain digitalisasi UMKM, KKN ITS di Kelurahan Gebang menyasar persoalan pengelolaan sampah. Mahasiswa menjalankan program pengumpulan dan pemilahan sampah sekaligus memperkuat keberadaan bank sampah di lingkungan masyarakat.

Program tersebut menunjukkan perkembangan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Reza mengatakan sejumlah RW kini telah memiliki bank sampah secara mandiri.

ITS
Ir. Reza Aulia Akbar, S.T., M.T., MBA, Dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri saat wawancara.

“Dulu kita contohkan, sekarang per RW sudah memiliki bank sampah sendiri dan mereka bisa mandiri sehingga dalam hal ini bisa meningkatkan penghasilan dari bank sampah ini,” kata Reza.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, ITS memberikan fasilitas bank sampah yang dilengkapi alat press. Peralatan itu dirancang untuk mempermudah proses pengepresan sampah, khususnya botol air mineral, sehingga proses pengolahan dapat dilakukan dengan tenaga yang lebih ringan.

Mahasiswa juga mengembangkan website untuk membantu pengelolaan administrasi bank sampah. Website tersebut dapat digunakan untuk mencatat berat sampah yang dikumpulkan sekaligus omzet dari penjualan sampah.

Dengan demikian, teknologi yang diperkenalkan dalam program KKN tersebut digunakan pada dua aktivitas masyarakat sekaligus. ITS Food diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha kuliner, sedangkan website bank sampah digunakan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan kegiatan lingkungan.

Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi dan masyarakat menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut. Mahasiswa membawa gagasan serta dukungan teknologi, sementara pelaku UMKM dan pengelola bank sampah menjadi pengguna yang menentukan pemanfaatannya dalam aktivitas sehari-hari.

Di Kelurahan Gebang, proses digitalisasi itu kini bergerak dari tahap pengenalan menuju praktik.

Pelaku UMKM mulai diperkenalkan pada cara memasarkan produk melalui kanal digital, sementara pengelola bank sampah mulai menggunakan sistem pencatatan berbasis website untuk mengelola aktivitas mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60