Evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti dalam forum retreat. Masruroh ingin hasil pertemuan dapat berpengaruh terhadap kinerja seluruh unsur yayasan setelah kembali menjalankan aktivitas masing-masing.
โSaya berharap bahwa pada pertemuan kali ini tidak hanya pertemuan biasa, tapi pertemuan kali ini adalah pertemuan yang berdampak positif untuk kinerja ke depan akan lebih baik dan lebih tertib,โ ujarnya.
Dalam forum tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA., turut memberikan gambaran mengenai perjalanan membangun lembaga pendidikan.
Kiai Asep berbagi pengalaman tentang bagaimana sebuah yayasan dibangun dari bawah hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencapai tingkat internasional.
Ia kemudian mengaitkan pengalaman tersebut dengan arah pengembangan Yayasan Khadijah. Menurut Kiai Asep, cita-cita besar harus menjadi titik awal sebelum sebuah lembaga menentukan langkah.
โSaya berharap Yayasan Khadijah menjadi lembaga pendidikan terbaik minimal di Jawa Timur,โ katanya.
Untuk menuju ke sana, setiap orang yang berada di lingkungan Khadijah, lanjut dia, harus memiliki cita-cita dan tekad. Dua hal tersebut harus dibarengi keyakinan bahwa target yang ditetapkan bisa diwujudkan.
Kiai Asep juga menyoroti pentingnya membangun semangat bersama. Ia melihat Yayasan Khadijah memiliki keterkaitan dengan perjalanan lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan.
Karena itu, menurut dia, semangat perjuangan tersebut perlu terus ditanamkan dalam berbagai aktivitas di lingkungan pendidikan Khadijah.
โSaya menganalisa bahwa Yayasan Khadijah sebagai kelanjutan daripada lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan. Oleh karena itu semua aktivitas yang ada di dalamnya harus memunculkan semangat ini dan ditanamkan,โ tuturnya.
Ia mencontohkan tradisi di lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan yang membiasakan peserta didik membaca syair Ya Lal Wathan sebelum pembelajaran.



















