Example 728x250
Pendidikan

1.500 Peserta Bakal Hadiri KPPTI 2026 di UNAIR, Bahas Masa Depan Pendidikan Tinggi

×

1.500 Peserta Bakal Hadiri KPPTI 2026 di UNAIR, Bahas Masa Depan Pendidikan Tinggi

Sebarkan artikel ini
Unair

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat. Tantangan tersebut menjadi salah satu isu utama yang akan dibahas dalam Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya.

Konferensi yang berlangsung pada 10โ€“13 November 2026 di Kampus MERR-C UNAIR itu mengangkat tema โ€œTransformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanisโ€.

Sebanyak 1.500 peserta dari berbagai institusi pendidikan tinggi, industri, asosiasi, hingga mitra internasional ditargetkan mengikuti forum tersebut.

Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menilai KPPTI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional. Menurut dia, keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Madyan dalam konferensi pers dan media gathering di Morazen Hotel, Kamis (5/11/2026).

Ia menyebut UNAIR merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus berkomitmen mengambil bagian dalam transformasi pendidikan tinggi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Madyan menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh terjebak dalam posisi sebagai menara gading. Keberadaan institusi pendidikan tinggi harus mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat dari berbagai kelompok ekonomi.

Menurut dia, manfaat pendidikan tinggi semestinya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kelompok berpendapatan rendah hingga kelompok ekonomi atas.

Karena itu, berbagai gagasan yang muncul dalam KPPTI 2026 diharapkan tidak berhenti pada diskusi, melainkan ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan program konkret.

Dalam kesempatan tersebut, Madyan juga menyinggung persoalan kebijakan pendidikan tinggi yang tengah menjadi pembahasan pemerintah, termasuk isu peniadaan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

KPPTI 2026 akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, perguruan tinggi kementerian dan lembaga, hingga institusi pendidikan tinggi luar negeri.

Keterlibatan industri, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), asosiasi, diaspora, mahasiswa, serta mitra internasional juga menjadi bagian dari penyelenggaraan konferensi.

Selama empat hari, peserta akan mengikuti sejumlah agenda, antara lain keynote dan plenary sessions yang membahas strategi ekonomi nasional serta transformasi pendidikan tinggi.

Thematic dan parallel talks juga disiapkan sebagai ruang pertukaran gagasan dan pengalaman antarp perguruan tinggi.

Tidak hanya berorientasi pada diskusi akademik, konferensi ini turut menghadirkan exhibition dan pasar seni. Kegiatan tersebut meliputi showcase inovasi, live performance, creative village, serta podcast bersama para pembicara.

Melalui agenda tersebut, perguruan tinggi mendapat ruang untuk memperlihatkan hasil riset, inovasi berbasis evidence-based innovation with replicable impact, serta produk kreatif yang berpotensi mendukung pemberdayaan masyarakat.

Penyelenggaraan KPPTI 2026 juga diarahkan menghasilkan sejumlah keluaran strategis. Di antaranya Blueprint Perguruan Tinggi Berdampak 2045, penandatanganan komitmen kolektif, dan penyusunan policy brief untuk setiap subtema pembahasan.

Forum ini juga akan mengangkat praktik baik melalui showcase and lesson learned, khususnya dalam inovasi pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Agenda lainnya mencakup perumusan strategi peningkatan keterampilan lulusan serta penyusunan peta keterampilan atau skill sets Indonesia 2045.

Sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh akademisi dijadwalkan menjadi pembicara. Mereka antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Wakil Menteri Riset, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., serta Kepala Bappenas sekaligus Menteri PPN Prof. Dr. Rachmat Pambudy.

Pembicara lainnya meliputi Chairman of Malaysian Qualifications Agency Prof. Datoโ€™ Sri Dr. Zaini bin Ujang, Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., dan Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc.

Hadir pula Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., Ketua Forum Rektor Indonesia Prof. Garuda Wiko, serta Ketua Dewan Pendidikan Tinggi Dr. Zainal Arief, S.T., M.T.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60