KILASJAVA.ID, SURABAYA – Pengolahan limbah plastik menjadi paving block menawarkan solusi pemanfaatan sampah, tetapi proses pelelehan plastik pada suhu tinggi menyisakan persoalan emisi gas berbahaya.
Berangkat dari persoalan tersebut, empat mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan NEO-PYROPURE, sistem pemurnian emisi berbasis nano-adsorben zeolit yang mengantarkan mereka ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 di Universitas Diponegoro.
Tim tersebut terdiri atas Tsabita Dini Priyanka dan Nawra Hasnata dari Program Studi Rekayasa Nanoteknologi, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM); Irma Mulazimatul Hidayah dari Teknik Industri, FTMM; serta Maria Shelina Angie dari Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Keempatnya merupakan mahasiswa angkatan 2023.
Gagasan pengembangan NEO-PYROPURE bermula ketika tim mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di salah satu kota di Jawa Timur. Saat mengamati kawasan kampung zero waste, mereka menemukan praktik pengolahan sampah plastik menjadi paving block yang telah dilakukan warga.
Namun, proses pelelehan plastik di kawasan dekat permukiman menghasilkan emisi gas berbahaya yang belum terkelola dengan baik.
Perwakilan tim, Tsabita Dini Priyanka, mengatakan pengalaman tersebut mendorong mereka merancang sistem pengendalian emisi yang dapat digunakan oleh pelaku industri kecil.
โKami menyadari bahwa pengolahan sampah tidak boleh berhenti pada produk jadinya, tetapi harus memperhatikan dampak lingkungan selama proses produksi. Kami terinspirasi merancang sistem pengendalian emisi yang ringkas dan modular untuk pelaku industri kecil,โ ujar Tsabita.
NEO-PYROPURE mengandalkan pendekatan hibrida dengan menggabungkan dua tahap pemurnian gas.
Tahap pertama menggunakan metode wet scrubbing, kemudian dilanjutkan dengan proses adsorpsi menggunakan natrium zeolit (Na Zeolit) dan beta-zeolit. Sistem tersebut juga menerapkan sirkulasi air tertutup atau closed-loop system untuk menghemat kebutuhan air operasional.
Dari sisi konstruksi, perangkat ini dirancang secara modular agar komponennya dapat dilepas dan dipasang kembali ketika menjalani perawatan. Dengan rancangan tersebut, perawatan dapat dilakukan tanpa harus mengganti keseluruhan sistem.
Keandalan perangkat telah diuji melalui pengoperasian langsung pada mesin peleleh plastik yang digunakan untuk membuat paving block. Dalam pengujian tersebut, penambahan adsorben pada NEO-PYROPURE meningkatkan efisiensi penurunan gas karbon monoksida dari 75 persen menjadi 85,3 persen.
โPenambahan adsorben pada NEO-PYROPURE mampu meningkatkan efisiensi penurunan gas karbon monoksida dari 75 persen menjadi 85,3 persen. Bagi kami, hasil ini menjadi bukti bahwa integrasi teknologi yang kami rancang efektif mengendalikan emisi,โ ungkap Tsabita.
Menjelang PIMNAS ke-39, tim memusatkan persiapan pada akurasi data substansi penelitian, penyempurnaan alur presentasi visual, serta penguatan kekompakan dalam menghadapi sesi tanya jawab dengan dewan juri.
Tim berharap NEO-PYROPURE dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap hilirisasi dan diterapkan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan sampah plastik. Mereka juga mendorong mahasiswa UNAIR untuk berani mengembangkan gagasan melalui penelitian dan kolaborasi lintas disiplin.
โMenurut kami inovasi tidak harus langsung sempurna sejak awal. Melalui proses penelitian, evaluasi, dan kolaborasi lintas disiplin, kita belajar mengubah gagasan sederhana menjadi solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat,โ pungkas Tsabita.





















