Cerita mengenai pengalaman sebagai mahasiswa non-Muslim juga disampaikan Maria Dolorosa Gale. Anak pertama dari lima bersaudara tersebut merupakan lulusan pertama di keluarganya.
Maria memilih Unusa karena status akreditasi Unggul dan kualitas pendidikannya. Selama kuliah, ia mengaku semakin mengenal teman-teman dari agama lain.
Ia juga merasakan bahwa dosen tidak membedakan mahasiswa berdasarkan keyakinan.
โDosen dan mahasiswa memiliki toleransi yang tinggi. Dosen juga tidak membeda-bedakan mahasiswa,โ katanya.
Sementara itu, Maria Franciska Xaveria memilih Unusa setelah mencari informasi dari sejumlah alumni. Sebelum mendaftar, ia secara khusus menanyakan pengalaman mahasiswa non-Muslim yang berkuliah di Unusa.
Jawaban positif dari para alumni kemudian membuatnya mantap memilih Unusa.
โDi Unusa, meskipun non-Muslim, kami tidak dibeda-bedakan. Saling menghargai dan toleransi yang tinggi membuat kami nyaman berkuliah,โ katanya.
Dalam wisuda tersebut, Rektor Unusa Prof Ir Tri Yogi Yuwono menyampaikan tiga pesan kepada para lulusan sebelum memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Pesan pertama adalah ketekunan dan kerja keras. Menurut Rektor, para lulusan akan memasuki lingkungan yang kompetitif dan bertemu dengan lulusan dari berbagai perguruan tinggi.
โOrang yang tekun dan rajin akan selalu mengalahkan orang pintar yang malas,โ tegasnya.
Pesan kedua adalah menjaga integritas, adab, dan empati. Para lulusan Unusa diharapkan tidak hanya mengandalkan kemampuan profesional, tetapi juga membawa nilai moral dalam menjalankan pekerjaan.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi teknologi, menurut Rektor, semakin menempatkan nilai-nilai tersebut sebagai hal yang penting.
โTeknologi tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hati manusia, rasa empati, dan solidaritas sosial,โ ujarnya.
Ia juga meminta para lulusan memadukan profesionalisme dengan integritas moral, adab, sopan santun, dan penghormatan kepada sesama.
โPintar saja tidak cukup jika tidak memiliki akhlak yang mulia,โ pesannya.
Pesan terakhir berkaitan dengan keluarga. Para lulusan diminta tidak melupakan jasa orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
โJangan pernah lupakan jasa mereka. Kesuksesan karier kalian ke depan akan sangat tergantung pada seberapa besar kalian berbakti dan menghormati orang tua,โ kata Tri Yogi.



















