Example 728x250
Pendidikan

Laboratorium Aspal Buton Berkelanjutan ITS Siap Dorong Hilirisasi Teknologi Aspal Nasional

11
×

Laboratorium Aspal Buton Berkelanjutan ITS Siap Dorong Hilirisasi Teknologi Aspal Nasional

Sebarkan artikel ini
Aspal Buton ITS
Ketua Tim Riset Asbuton ITS Dr Ir Susianto DEA (pegang mic) menjelaskan proses hidrotermal untuk produksi asbuton yang ada di dalam Laboratorium Teknologi Aspal Buton Berkelanjutan ITS.

Dari pengembangan teknologi tersebut, tim riset menghasilkan tiga produk utama, yaitu pengganti aspal minyak, aditif peningkat performance grade (PG), dan aspal pracampur.

Aspal dasar hasil pengolahan asbuton dapat dimodifikasi agar memenuhi karakteristik aspal komersial seperti Pen 60-70. Produk tersebut juga dapat digunakan sebagai aditif untuk meningkatkan kualitas aspal minyak hingga mencapai PG 70.

Pengembangan teknologi ini turut memperhatikan aspek keberlanjutan melalui pengelolaan limbah hasil ekstraksi. Sisa padatan yang mayoritas berupa kapur dirancang untuk dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

โ€œKami memastikan tidak ada sisa bahan baku hasil produksi yang terbuang begitu saja atau bahkan mencemari lingkungan,โ€ ujar Susianto.

Susianto menyatakan pengembangan teknologi asbuton tersebut telah siap menuju produksi dalam skala lebih besar. Untuk memperkuat proses hilirisasi, Laboratorium Teknologi Aspal Buton Berkelanjutan menggandeng PT Aspindo Group melalui kerja sama pengembangan laboratorium pengujian aspal terakreditasi dan pusat riset lanjutan.

Tim riset juga merancang pembangunan pabrik modular dengan kapasitas produksi 10.000 hingga 20.000 ton asbuton per tahun. Desain modular tersebut memungkinkan pembangunan fasilitas dilakukan secara lebih fleksibel di berbagai wilayah Pulau Jawa.

Dalam tahap perencanaan kerja sama bisnis, laboratorium tersebut berada di bawah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS dan diproyeksikan menjadi embrio Pusat Unggulan Iptek (PUI) bidang asbuton berkelanjutan.

Direktur DRPM ITS Fadlilatul Taufany, ST., PhD, mengatakan laboratorium tersebut telah dipersiapkan sebagai fasilitas layanan pengujian aspal terstandarisasi. Pengujian yang dilakukan mencakup pemanasan, piston atau campuran, hingga agregat dengan dukungan sistem mutu ISO 17025.

Menurut Taufany, DRPM ITS juga telah melengkapi rancangan detail teknik dengan kapasitas 50 ton per hari serta kajian keekonomian yang menunjukkan indikator internal rate of return (IRR) mencapai 24 persen.

โ€œFasilitas ini siap membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra industri demi hilirisasi riset nasional,โ€ kata Taufany.

Potensi asbuton menjadi salah satu peluang strategis dalam mendukung kemandirian bahan baku aspal Indonesia. Ketersediaannya diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan nasional selama lebih dari 100 tahun, dengan daya tahan tinggi dan kesesuaian terhadap kondisi cuaca Indonesia.

Dukungan terhadap pengembangan teknologi ini juga datang dari PT Aspindo Group sebagai investor utama. CEO Aspindo Group Bobby Hartawan Wijaya mengatakan dukungan tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek komersial dan inovasi teknologi, tetapi juga diarahkan untuk menghadapi tantangan pengolahan asbuton secara berkelanjutan.

โ€œTidak hanya inovasi operasional, tapi juga mencetak legasi jangka panjang bagi kemajuan dunia pendidikan dan kemandirian industri infrastruktur Indonesia,โ€ ujar Bobby.

Pengembangan asbuton tersebut juga dikaitkan dengan upaya mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta tujuan ke-12 mengenai Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan limbah produksi.

Peresmian Laboratorium Teknologi Aspal Buton Berkelanjutan turut dihadiri Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non-logam Kementerian Perindustrian RI Afrizal Haris.

Ia menyampaikan komitmen untuk turut mengawal proses pengujian laboratorium hingga mampu mendukung pembangunan nasional yang sejalan dengan SDGs poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60