Example 728x250
Pendidikan

Kisah Mahasiswa ITS Surabaya Tekuni Wayang dan Raih Prestasi Dunia

13
×

Kisah Mahasiswa ITS Surabaya Tekuni Wayang dan Raih Prestasi Dunia

Sebarkan artikel ini
ITS
Christopher Jason Santoso saat menjadi dalang pada pagelaran See You Soon 2023 di Tower 2 ITS.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Di tengah arus modernisasi kota, seni wayang masih menemukan napas baru dari generasi muda. Salah satunya datang dari kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Christopher Jason Santoso, mahasiswa S1 Studi Pembangunan, memilih jalur tak biasa: menjadi dalang sekaligus peneliti isu sosial.

Ketertarikannya pada wayang bermula sejak sekolah dasar. Saat itu, ia mendapat tugas membuat pagelaran wayang sederhana. Tugas sekolah itu justru menjadi awal kecintaannya pada dunia pedalangan.

Example 300x600

“Dari awal, saat mengerjakan tugas itu saya merasa ini adalah sesuatu yang unik dan menarik untuk dipelajari,” ujarnya.

Dukungan keluarga membawanya bergabung dengan sanggar di Surabaya. Namun langkahnya tidak selalu mulus.

Christopher yang berdarah keturunan Tionghoa dan mengalami rhotasisme atau kesulitan melafalkan huruf R sempat menerima cibiran. Bahkan, ia juga pernah merasakan penolakan karena perbedaan etnis.

Pengalaman itu membuatnya sempat berhenti mendalang. Tetapi tekadnya lebih kuat. Ia kembali belajar secara mandiri melalui buku dan media sosial.

Hasilnya terlihat saat ia tampil dalam acara See You Soon 2023 di Tower 2 ITS dengan membawakan cerita wayang dalam tiga bahasa: Inggris, Jawa, dan Mandarin.

“Saya sempat berhenti mendalang, tapi kembali belajar wayang karena ini warisan budaya Indonesia untuk semua tanpa memandang perbedaan apapun,” tuturnya.

Tak hanya berkutat di panggung seni, Christopher juga aktif melakukan riset sosial. Tugas akhirnya berjudul Pembangunan Inklusi Sosial di Kota Surabaya: Studi Fenomenologi Diskriminasi Interseksionalistik terhadap Penutur dengan Rhotasisme.

Penelitian itu menyoroti pengalaman diskriminasi sekaligus peluang inklusi bagi penyandang rhotasisme di ruang sosial perkotaan.

Salah satu risetnya mengantarkan ia menjadi pembicara dalam International Symposium on Javanese Culture 2024. Forum tersebut mempertemukan akademisi dan pemerhati budaya dari berbagai negara.

Di bidang kewirausahaan, calon wisudawan ITS periode ke-133 pada April 2026 ini juga mengembangkan startup minuman jamu modern bernama Herbits. Usahanya didanai Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2023 serta ITS Youth Technopreneur 2023–2024.

Ia menilai generasi muda perlu pendekatan baru agar kembali akrab dengan jamu. “Anak muda jarang minum jamu, jadi saya dan tim mengembangkan inovasi Herbits sebagai jamu modern,” jelasnya.

Kiprahnya meluas hingga level internasional. Ia pernah mewakili ITS dan Indonesia sebagai Champion of ASEAN Future Innovators Challenge di Malaysia.

Selain itu, ia terlibat dalam Asia Youth Sustainability Forum 2025, Youth Asian-African Legal Consultative Organization 2023, dan Smart Ocean Summer School di Tianjin University, Cina.

Meski padat aktivitas akademik dan organisasi, Christopher tetap aktif menerima undangan mendalang. Ia pernah tampil dalam TEDxITS 2024 Special Performance di Surabaya.

Ia mengidolakan dalang seperti Ki Nartosabdo, Ki Purbo Asmoro, dan Ki Tristuti Rachmadi yang dinilainya konsisten menjaga tradisi sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *