Pendidikan

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Latih Peternak Sapi di Manokwari

12
×

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Latih Peternak Sapi di Manokwari

Sebarkan artikel ini
Unair

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Upaya meningkatkan produktivitas peternakan sapi potong tidak cukup hanya dengan menambah populasi ternak. Penguatan pengetahuan dan keterampilan peternak menjadi faktor penting agar usaha peternakan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Gagasan itulah yang menjadi dasar pelaksanaan program Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Example 300x600

Melalui kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi RI, tim akan mendampingi peternak dan aparatur setempat sepanjang Agustus hingga November 2026.

Pendampingan dilakukan secara langsung melalui pelatihan, praktik lapangan, serta identifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Program tersebut dipimpin dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR, Oky Setyo Widodo drh MSi PhD, bersama I Wayan Andama Sindhuranu, Hafizhah Yuniarti, Reska Monika, Kevin Daffa Arbi, dan Inseri Mansoben.

Menurut Oky, keberhasilan pengembangan sapi potong sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan ternak. Penambahan populasi, kata dia, harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan peternak dalam menjaga kesehatan dan produktivitas sapi.

“Pengembangan peternakan sapi potong tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah jumlah ternak. Produktivitas sangat ditentukan oleh kemampuan peternak dalam menjaga kesehatan, mengelola reproduksi, menyediakan pakan, mencatat perkembangan ternak, serta mencegah penyakit,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan reproduksi menjadi salah satu aspek yang menentukan keberhasilan peternakan.

Induk sapi yang sehat memiliki peluang lebih besar menghasilkan pedet secara rutin sehingga mampu meningkatkan populasi dan pendapatan peternak.

“Keberhasilan peternakan tidak hanya diukur dari banyaknya sapi yang dipelihara, namun juga dari kemampuan setiap induk menghasilkan pedet secara teratur dan sehat. Semakin baik pengelolaan reproduksi, semakin besar peluang peningkatan populasi dan pendapatan peternak secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Pendampingan Disesuaikan dengan Kondisi Peternak

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR tidak hanya memberikan materi pelatihan. Mereka juga melakukan pemetaan terhadap kondisi peternakan di Kawasan Transmigrasi Prafi, mulai dari pola pemeliharaan ternak, ketersediaan pakan, hingga kebutuhan peternak dan aparatur.

Pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan materi pendampingan sehingga solusi yang diberikan dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.

Pendekatan itu diharapkan membuat program lebih efektif sekaligus menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Oky mengatakan, kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar pengetahuan antara akademisi dan peternak. Pengalaman masyarakat dalam memelihara ternak dinilai sama pentingnya dengan pendekatan ilmiah yang dibawa perguruan tinggi.

“Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi diarahkan pada penyelesaian persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, tim mendorong peternak untuk mulai membiasakan pencatatan identitas ternak, riwayat kesehatan, reproduksi, serta perkembangan bobot badan.

Menurut Oky, pencatatan yang rapi akan membantu peternak mengambil keputusan berdasarkan data sehingga penanganan masalah dapat dilakukan lebih cepat.

“Melalui pencatatan yang teratur, peternak dapat mendeteksi masalah lebih cepat dan menentukan ternak yang produktif,” pungkasnya.

Dalam pendampingan tersebut, perhatian juga diberikan pada penyediaan pakan, kebersihan kandang, sanitasi peralatan, pengendalian penyakit, hingga pembatasan lalu lintas ternak yang berpotensi menjadi media penyebaran penyakit.

Kolaborasi Tim Ekspedisi Patriot UNAIR bersama Kementerian Transmigrasi RI di Kabupaten Manokwari menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi terhadap pembangunan peternakan berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian SDG 2, SDG 8, dan SDG 17.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *