Pendidikan

Revitalisasi Kampung Lali Gadget, UT Surabaya Dorong Generasi Kreatif Tanpa Gawai

15
×

Revitalisasi Kampung Lali Gadget, UT Surabaya Dorong Generasi Kreatif Tanpa Gawai

Sebarkan artikel ini
UT Surabaya

KILASJAVA.ID, SIDOARJO – Di tengah meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai dan aktivitas digital, kebutuhan akan ruang belajar yang mampu mendorong interaksi sosial, kreativitas, dan pengalaman nyata semakin mendesak.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Terbuka (UT) Surabaya meluncurkan program revitalisasi fasilitas belajar alam terbuka dan permainan tradisional di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Example 300x600

Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang menggandeng Yayasan Eduwisata Kampung Lali Gadget (KLG) tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan fasilitas fisik. Lebih jauh, kegiatan ini diarahkan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang lebih humanis, kreatif, dan berkelanjutan bagi anak-anak desa.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UT Surabaya, Prof. Dr. Tri Dyah Prastiti, M.Pd., mengatakan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak selalu identik dengan ruang kelas dan perangkat teknologi modern.

Lingkungan sekitar dapat menjadi laboratorium belajar yang kaya pengalaman dan mampu membentuk karakter anak secara lebih utuh.

Menurutnya, alam terbuka menyediakan ruang yang memungkinkan anak belajar melalui pengamatan, eksplorasi, interaksi sosial, hingga proses pemecahan masalah secara langsung.

Pengalaman tersebut memiliki nilai penting dalam membangun keterampilan abad ke-21 yang saat ini sangat dibutuhkan.

“Kami hadir bukan hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga membangun kolaborasi bersama masyarakat. Pendidikan dapat tumbuh di mana saja, termasuk di ruang terbuka yang dekat dengan kehidupan anak-anak sehari-hari,” ujarnya.

Melalui program bertajuk Revitalisasi Fasilitas Belajar di Alam Terbuka dan Permainan Tradisional: Program Wisata Edukasi dan Pendampingan Kreatif, UT Surabaya berupaya menghidupkan kembali fungsi ruang publik sebagai sarana pembelajaran yang aktif dan produktif.

Konsep revitalisasi yang diterapkan tidak sebatas mempercantik atau menata fasilitas. Tim pengabdian menempatkan ruang belajar sebagai pusat aktivitas edukasi yang mampu mendukung pengembangan literasi, kreativitas, keterampilan sosial, hingga pendidikan karakter.

Kampung Lali Gadget dipilih karena memiliki rekam jejak panjang dalam mengembangkan pendidikan berbasis permainan tradisional dan aktivitas luar ruang.

Selama ini kawasan tersebut dikenal sebagai destinasi edukasi yang mengajak anak-anak belajar tanpa bergantung pada perangkat digital.

Keberadaan program dari UT Surabaya semakin memperkuat fungsi Kampung Lali Gadget sebagai ruang alternatif pembelajaran yang memadukan unsur edukasi, budaya, dan pelestarian lingkungan.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan diajak terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif. Mulai dari permainan edukatif, kegiatan kelompok, pembelajaran berbasis alam, eksperimen sains sederhana, hingga aktivitas yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan kerja sama.UT Surabaya

Pendampingan kreatif menjadi salah satu fokus utama program. Fasilitas yang baik dinilai tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa adanya aktivitas pembelajaran yang dirancang secara tepat dan menarik.

Karena itu, tim pengabdian masyarakat memberikan berbagai contoh praktik pembelajaran yang mudah diterapkan oleh pengelola maupun relawan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola kegiatan edukatif secara mandiri setelah program selesai dilaksanakan.

Prof. Tri Dyah menegaskan bahwa kreativitas anak tidak ditentukan oleh mahal atau modernnya sarana yang digunakan. Sebaliknya, kreativitas tumbuh ketika anak memperoleh kesempatan untuk bereksplorasi, bereksperimen, dan mengembangkan gagasannya sendiri.

Pandangan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan sosial yang membuat banyak anak semakin akrab dengan dunia digital namun semakin sedikit berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Padahal, pengalaman belajar langsung memiliki peran penting dalam membangun kecakapan sosial dan emosional.

Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui pengabdian kepada masyarakat, kampus diharapkan mampu menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus memberdayakan potensi lokal.

Dukungan Pemerintah Desa Pagerngumbuk, pengelola Kampung Lali Gadget, karang taruna, tokoh masyarakat, hingga para orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.

Sinergi berbagai pihak dinilai sebagai fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan ruang belajar yang telah dibangun.

Ke depan, fasilitas yang telah direvitalisasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat bermain anak-anak. Kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran berbasis komunitas yang memperkuat literasi, kreativitas, kecintaan terhadap budaya lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan pendekatan itu, ruang belajar tidak lagi sekadar menjadi lokasi transfer pengetahuan, melainkan wahana pembentukan generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki karakter kuat menghadapi tantangan masa depan.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *