Pendidikan

UNAIR Pertahankan Posisi Tiga Besar Webometrics Indonesia

12
×

UNAIR Pertahankan Posisi Tiga Besar Webometrics Indonesia

Sebarkan artikel ini
Unair

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Persaingan perguruan tinggi tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan di ruang kuliah. Di era digital, kemampuan kampus memperluas akses pengetahuan dan memperkuat jejak akademik di ruang maya turut menjadi ukuran reputasi global.

Dalam konteks itulah Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencatatkan capaian penting.

Example 300x600

Berdasarkan Webometrics Ranking of World Universities edisi Juli 2026, UNAIR mempertahankan peringkat ketiga perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Di tingkat dunia, kampus yang bermarkas di Surabaya itu berada di posisi ke-709.

Capaian tersebut menegaskan konsistensi UNAIR dalam menjaga daya saing di tengah meningkatnya kompetisi perguruan tinggi internasional yang berlomba memperkuat publikasi ilmiah, keterbukaan akses pengetahuan, dan visibilitas digital.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR, Prof Dr Ardianto SE Ak MSi CMA CA, mengatakan keberhasilan mempertahankan posisi tiga besar nasional menjadi pencapaian yang patut disyukuri.

Menurutnya, hasil pemeringkatan Webometrics mencerminkan bagaimana sebuah universitas hadir dan memberi dampak melalui ekosistem digitalnya.

“Mempertahankan posisi tiga besar nasional menjadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Webometrics tidak sekadar menilai tampilan situs resmi perguruan tinggi. Pemeringkatan tersebut mengukur keterjangkauan pengetahuan yang dibangun universitas melalui publikasi ilmiah, jejaring digital, hingga dampak riset yang dapat diakses masyarakat luas.

Visibilitas Digital Menjadi Penopang Reputasi Kampus

Prof Ardianto menjelaskan bahwa penilaian Webometrics bertumpu pada tiga indikator utama, yakni Visibility, Openness, dan Excellence.

“Visibility mengukur dampak konten web melalui tautan eksternal, Openness menilai keterbukaan akses publikasi ilmiah. Sedangkan Excellence melihat kualitas publikasi berdasarkan artikel yang masuk dalam kelompok paling banyak disitasi di berbagai bidang ilmu,” jelasnya.

Menurut dia, ketiga indikator tersebut saling berkaitan dalam membangun reputasi internasional sebuah perguruan tinggi.

Semakin luas hasil penelitian dan berbagai aktivitas akademik dapat diakses publik, semakin besar pula peluang universitas memperoleh pengakuan dari masyarakat global.

“Peringkat ini sangat relevan terhadap branding universitas. Ketika visibility meningkat, reputasi Universitas Airlangga juga semakin terbaca oleh masyarakat global dan memberikan nilai positif bagi pencapaian target-target berikutnya,” katanya.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, lanjut Prof Ardianto, tantangan perguruan tinggi bukan hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga memastikan hasil tersebut dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai platform digital.

Karena itu, UNAIR terus memperkuat kolaborasi antar fakultas dan unit kerja agar setiap capaian pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terdokumentasi dengan baik serta memiliki jangkauan yang lebih luas.

Penguatan tersebut juga didukung sistem penyampaian informasi yang terintegrasi sehingga berbagai capaian akademik dapat dipublikasikan secara lebih efektif.

“Capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, tetapi menjadi penyemangat bagi kita untuk terus bersinergi. Bersama-sama adalah jalan terbaik agar Universitas Airlangga mampu meraih target-target yang lebih gemilang di masa mendatang,” pungkas Prof Ardianto.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *