Example 728x250
Keagamaan

Peringatan Maulid Majelis Ar-Rohimin Surabaya, Habib Jindan Sampaikan Pesan Keteladanan Nabi Muhammad SAW

310
×

Peringatan Maulid Majelis Ar-Rohimin Surabaya, Habib Jindan Sampaikan Pesan Keteladanan Nabi Muhammad SAW

Sebarkan artikel ini
Majelis Ar-Rohimin
Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan saat tausiah di Majelis Ar-Rohimin, Surabaya.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Suasana penuh keberkahan menyelimuti kegiatan rutinan Rabu malam Majelis Ar-Rohimin Tambak Dalam Baru 1B, Surabaya. Kegiatan yang biasanya menjadi agenda pengajian rutin tersebut berlangsung lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu malam, (2/9/2026).

Dalam momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Majelis Ar-Rohimin menghadirkan Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan sebagai penceramah utama. Kehadiran ulama muda tersebut menjadi bagian dari rangkaian majelis ilmu yang diikuti jamaah dengan penuh khidmat.

Peringatan Maulid Nabi tersebut juga menjadi ungkapan rasa syukur keluarga besar pembina Majelis Ar-Rohimin, H. Abdul Rohim, atas kelahiran cucu keduanya. Kebahagiaan keluarga itu dipadukan dengan kegiatan keagamaan yang menghadirkan pesan tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Dalam tausiyahnya, Habib Jindan mengajak jamaah untuk tidak hanya menjadikan Maulid Nabi sebagai momen memperbanyak lantunan shalawat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menghadirkan kembali nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Habib Jindan, Rasulullah Muhammad SAW merupakan sosok teladan sempurna bagi seluruh umat manusia. Kemuliaan beliau tidak hanya terletak pada kedudukannya sebagai utusan Allah SWT, tetapi juga pada akhlak mulia yang mampu menyentuh hati banyak orang.

Ia menyampaikan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui upaya meneladani sifat-sifat beliau, seperti kejujuran, kesabaran, kelembutan, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama.

“Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya bahwa kemuliaan seseorang bukan hanya dilihat dari banyaknya ibadah, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan manusia lainnya dengan akhlak yang baik,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam majelis tersebut.

Selain keteladanan akhlak, Habib Jindan juga menyampaikan tentang kesempurnaan fisik Rasulullah Muhammad SAW sebagai manusia pilihan Allah SWT. Menurutnya, Rasulullah memiliki bentuk fisik yang sempurna, baik dari wajah, tubuh, rambut, pendengaran, maupun suara.

Kesempurnaan tersebut, kata Habib Jindan, tidak dimiliki oleh manusia lain, baik dari umat terdahulu maupun generasi setelahnya.

“Beliau adalah ciptaan by order yang hanya satu-satunya merupakan manusia pilihan Allah dan tidak ada cacat sedikitpun,” ujar Habib Jindan.

Habib Jindan juga mengisahkan keindahan suara Rasulullah SAW ketika membaca Al-Qur’an dalam shalat berjamaah bersama para sahabat. Saat itu, Rasulullah SAW membacakan surat At-Tin. Salah seorang sahabat kemudian berkata bahwa dirinya tidak pernah mendengar suara yang lebih indah dibandingkan suara Nabi Muhammad SAW.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menggambarkan Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam.

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Ayat tersebut menggambarkan bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa nilai kasih sayang, kedamaian, dan kebaikan bagi seluruh makhluk.Majelis Ar-Rohimin

Dalam tausiyahnya, Habib Jindan juga mengingatkan pentingnya meneladani sikap Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai di tengah keberagaman.

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang menghormati manusia, termasuk mereka yang berbeda keyakinan. Sikap tersebut bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.

Habib Jindan menyampaikan salah satu contoh keteladanan Rasulullah SAW ketika membangun masyarakat Madinah setelah hijrah. Rasulullah SAW menyusun Piagam Madinah yang mengatur kehidupan bersama antara kaum Muslimin dan kelompok masyarakat lainnya, termasuk kaum Yahudi.

Melalui kesepakatan tersebut, Rasulullah SAW memberikan ruang bagi setiap kelompok untuk menjalankan keyakinannya masing-masing serta bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian kota Madinah.

Kisah lain yang disampaikan adalah ketika Rasulullah SAW menjenguk seorang dari bangsa Yahudi yang sedang sakit. Ketika para sahabat mempertanyakan hal tersebut, Rasulullah SAW menjawab, “Bukankah dia juga seorang manusia?”

Peristiwa tersebut menjadi gambaran bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan, menjaga adab, serta tidak merendahkan orang lain karena perbedaan agama maupun latar belakang.

Habib Jindan mengingatkan agar umat Islam mampu menghadirkan wajah Islam yang penuh kasih sayang sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Ar-Rohimin tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak memahami bahwa warisan terbesar Rasulullah SAW bukan hanya perjalanan sejarah perjuangan beliau, tetapi juga akhlak mulia yang harus terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Rasulullah SAW menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Beliau merupakan pemimpin yang adil, suami yang penuh kasih sayang, tetangga yang baik, serta pribadi yang selalu mengutamakan kedamaian.

Dengan peringatan Maulid Nabi sekaligus rasa syukur atas kelahiran cucu kedua H. Abdul Rohim, Majelis Ar-Rohimin berharap keberkahan Rasulullah SAW senantiasa menyertai keluarga besar dan seluruh jamaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60