Example 728x250
Terkini

Mengenang Airlangga Pribadi Kusman, Intelektual Politik, Teguh Merawat Demokrasi

8
×

Mengenang Airlangga Pribadi Kusman, Intelektual Politik, Teguh Merawat Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Airlangga

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Dunia akademik Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Keluarga besar Universitas Airlangga (UNAIR) berduka atas wafatnya Airlangga Pribadi Kusman, SIP., M.Si., Ph.D., seorang akademisi, pemikir politik, sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR.

Airlangga Pribadi mengembuskan napas terakhir pada Kamis (9/9/2026) di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Kepergiannya meninggalkan kehilangan mendalam bagi keluarga, kolega, mahasiswa, serta komunitas intelektual yang selama ini mengenal dirinya sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan nilai demokrasi, keadilan sosial, dan kehidupan politik yang berkeadaban.

Bagi Universitas Airlangga, kepergian Airlangga Pribadi bukan sekadar kehilangan seorang pengajar, melainkan kehilangan seorang intelektual yang telah mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan dan pembangunan demokrasi Indonesia.

Jejak Intelektual Seorang Akademisi yang Tekun

Lahir di Jombang pada 23 November 1976, Airlangga Pribadi tumbuh sebagai pribadi yang memiliki rasa ingin tahu besar terhadap persoalan sosial dan politik. Ketertarikannya pada dinamika masyarakat, kekuasaan, serta perubahan sosial membawanya menekuni bidang ilmu politik secara mendalam.

Perjalanan akademiknya mengantarkan dirinya meraih gelar doktor Doctor of Philosophy in Politics dari Murdoch University, Australia, pada 2016. Pendidikan tersebut semakin memperkuat kapasitasnya sebagai seorang ilmuwan politik yang memiliki wawasan luas mengenai demokrasi, negara, masyarakat sipil, dan berbagai persoalan politik kontemporer.

Sekembalinya ke Indonesia, Airlangga Pribadi mencurahkan pengabdian akademiknya di Departemen Politik FISIP UNAIR. Ia dikenal bukan hanya sebagai dosen yang menyampaikan teori di ruang kelas, tetapi juga sebagai intelektual yang aktif menghubungkan ilmu politik dengan realitas kehidupan masyarakat.

Suara Kritis untuk Demokrasi Indonesia

Dalam perjalanan kariernya, Airlangga Pribadi dikenal sebagai akademisi yang memiliki pandangan kritis dan argumentasi tajam dalam membaca fenomena politik nasional. Ia kerap hadir dalam berbagai forum ilmiah, diskusi publik, maupun pemberitaan media massa untuk memberikan analisis mengenai perkembangan demokrasi Indonesia.

Pemikirannya tidak berhenti pada ruang akademik. Ia membawa ilmu politik menjadi bagian dari percakapan publik, dengan harapan masyarakat semakin memahami pentingnya demokrasi, partisipasi politik, serta perjuangan terhadap keadilan sosial.

Bagi para mahasiswa dan koleganya, Airlangga Pribadi adalah sosok yang tidak hanya mengajarkan ilmu politik, tetapi juga menanamkan cara berpikir kritis, keberanian menyampaikan gagasan, serta pentingnya menjaga integritas seorang intelektual.

Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan memiliki tanggung jawab sosial. Akademisi tidak hanya bertugas menjelaskan dunia, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam memperbaiki kehidupan masyarakat melalui gagasan dan pemikiran.

Warisan Pemikiran yang Akan Terus Hidup

Kepergian Airlangga Pribadi Kusman menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan tinggi dan perkembangan pemikiran politik Indonesia. Namun, warisan intelektual yang ia tinggalkan akan tetap hidup melalui karya ilmiah, pemikiran, serta generasi mahasiswa yang pernah belajar darinya.

Pemikirannya tentang demokrasi, politik, dan keadilan sosial akan menjadi bagian dari perjalanan panjang ilmu politik Indonesia. Ia meninggalkan teladan bahwa seorang akademisi tidak hanya diukur dari gelar dan karya, tetapi juga dari keberanian mempertahankan nilai-nilai yang diyakininya.

Selamat jalan, Pak Angga. Dedikasi, gagasan, dan perjuangan intelektualmu akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan demokrasi Indonesia.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Selamat jalan, Airlangga Pribadi Kusman. Pemikiranmu akan tetap hidup dalam ingatan dan ilmu yang diwariskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60