KILASJAVA.ID, SURABAYA – Bagi sebagian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), digitalisasi masih berhenti pada penggunaan media sosial. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencoba memperluas pemahaman itu dengan memperkenalkan ITS Food, platform digital yang dirancang untuk membantu pelaku usaha kuliner mengembangkan pemasaran sekaligus membangun ekosistem bisnis.
Platform tersebut diperkenalkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS di Kelurahan Gebang, Surabaya, Jumat, 18 September 2026. Kegiatan ini menjadi kelanjutan program pengabdian masyarakat yang sebelumnya berfokus pada peningkatan literasi digital pelaku UMKM.
Melalui program bertajuk “UMKM Gebang Go Digital!”, mahasiswa ITS memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar teknologi dapat digunakan sebagai bagian dari pengelolaan bisnis.
Bukan sekadar memasarkan produk, tetapi juga memperkuat identitas usaha dan membangun hubungan dengan konsumen.
ITS Food dikembangkan sebagai platform pengembangan ekosistem kuliner. Pelaku UMKM dapat memperoleh akses terhadap sejumlah fasilitas pendukung, seperti pemasaran digital, edukasi, pendampingan usaha, penguatan merek, serta informasi yang berkaitan dengan pengembangan bisnis.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena persaingan usaha kuliner tidak lagi hanya berlangsung di ruang fisik.
Produk dapat ditemukan melalui mesin pencari, media sosial, maupun berbagai platform perdagangan elektronik. Kemampuan menghadirkan informasi produk secara digital ikut menentukan peluang sebuah usaha ditemukan konsumen.
Dalam pendampingan di Gebang, mahasiswa mengenalkan pemanfaatan Instagram, TikTok, Facebook, dan kanal digital lainnya. Pelaku UMKM diarahkan membuat konten yang mampu menampilkan produk secara informatif sekaligus menarik.
Konten digital juga digunakan untuk membangun kepercayaan. Informasi mengenai produk, identitas usaha, hingga komunikasi dengan pelanggan menjadi bagian dari strategi pemasaran yang diperkenalkan kepada peserta.
Dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS, Ir. Reza Aulia Akbar, S.T., M.T., MBA, mengatakan pengetahuan masyarakat Gebang mengenai digitalisasi mengalami perkembangan dibandingkan dengan kegiatan tahun sebelumnya.
“Kalau dilihat perkembangan dari tahun lalu tampak signifikan di bidang knowledge dari warga terutama para pelaku UMKM. Mereka yang sebelumnya tidak mengerti digitalisasi dalam usahanya, dengan adanya kegiatan dari mahasiswa ITS ini mereka bisa memahami,” ujar Reza.
Perubahan tersebut, kata Reza, terlihat dari semakin terbukanya pemahaman pelaku UMKM terhadap penggunaan teknologi untuk mendukung pemasaran dan pengembangan usaha.
Digitalisasi juga mulai dipandang sebagai sarana untuk membangun kerja sama yang dapat berdampak terhadap peningkatan omzet.
Pendampingan tidak hanya dilakukan pada aspek promosi. Mahasiswa juga membantu pelaku UMKM memahami proses pendaftaran dan penggunaan ITS Food dari tahap awal hingga dapat memanfaatkan platform tersebut.






















