Example 728x250
Pendidikan

UMKM Lamongan Belajar Olah Daging Bebek Jadi Mie Chlorella di FKH UNAIR

6
×

UMKM Lamongan Belajar Olah Daging Bebek Jadi Mie Chlorella di FKH UNAIR

Sebarkan artikel ini
Unair

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Pelatihan pengolahan hasil peternakan yang digelar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) membuka ruang baru bagi pelaku UMKM di Lamongan untuk mengembangkan produk pangan.

Salah satunya dirasakan Devi, pelaku UMKM Navid Snack and Catering asal Kecamatan Deket, yang mendapat pengalaman mengolah daging bebek menjadi mie chlorella dan susu kambing menjadi yoghurt.

Pelatihan yang berlangsung Selasa (29/9/2026) itu menjadi pengalaman pertama Devi mengikuti kegiatan yang diselenggarakan FKH UNAIR. Sebelumnya, ia belum pernah mengolah daging atau telur bebek maupun susu kambing menjadi produk pangan siap jual.

โ€œIni pertama kalinya saya ikut pelatihan membuat mie chlorella dari daging bebek dan yoghurt susu kambing. Ini menjadi pengalaman ke depan untuk membuat olahan yang lebih kreatif dan variatif. Mungkin bisa kami kembangkan menjadi keripik atau yang lain untuk dijual,โ€ ujar Devi saat mengikuti pelatihan di halaman kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan.

Bagi Devi, penggunaan bahan dalam pembuatan mie menjadi bagian yang menarik. Selama ini, ia lebih familiar dengan mie berbahan tepung dan telur. Pelatihan tersebut memperkenalkan penggunaan bahan lain yang dinilainya unik sekaligus memiliki nilai tambah gizi.

โ€œHasilnya tadi enak, mantap, dan ternyata bikin sendiri pun mie-nya kenyal seperti kalau kita beli,โ€ katanya.

Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan juga dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan usaha Devi yang bergerak di bidang makanan dan katering. Ia melihat produk hasil pelatihan dapat dikembangkan sebagai bagian dari menu yang ditawarkan kepada pelanggan.

โ€œKalau ada pesanan makanan atau catering, kami bisa bikin mie chlorella seperti yang tadi dibuat. Begitu juga kalau ada pesanan yoghurt, kami bisa buat sendiri,โ€ tuturnya.

Kegiatan tersebut merupakan tahap awal rangkaian pencanangan desa binaan FKH UNAIR. Ketua Pelaksana kegiatan, Prof Dr Widjiati drh MSi, mengatakan pelatihan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat dan ibu-ibu PKK, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM.

Pelibatan UMKM diarahkan agar keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat dikembangkan menjadi produk lokal.

โ€œKami berharap UMKM dapat mengembangkan ini sebagai produk lokal olahan khas Lamongan. Targetnya, pelatihan ini berdampak dan berkelanjutan sehingga kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, institusi, hingga pemerintah,โ€ jelasnya.

Bagi Devi, keberlanjutan pelatihan menjadi hal penting agar pengetahuan yang diperoleh pelaku UMKM tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan pendampingan sehingga keterampilan mengolah hasil peternakan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60