Namun setiap kali menghadapi kegagalan, kedua orang tuanya selalu mengingatkan bahwa keberhasilan lahir dari proses yang panjang.
Latihan yang konsisten, disiplin, kerja keras, doa, dan kesabaran menjadi nilai yang terus ditanamkan dalam keluarga.
Nasihat itu membuat Kimberly memilih bangkit setiap kali mengalami kegagalan. Baginya, setiap pengalaman merupakan bagian dari proses belajar yang akan membentuk dirinya menjadi lebih baik.
Di tengah padatnya aktivitas, pendidikan tetap menjadi prioritas. Siswi Bilingual 3 Bahasa Mitra Harapan Madiun tersebut selalu menyelesaikan tanggung jawab akademiknya sebelum mengikuti latihan maupun kegiatan di luar sekolah.
Keluarganya juga menjaga agar Kimberly tetap menikmati masa kanak-kanak. Jadwal kegiatan disusun secara seimbang sehingga ia tetap memiliki waktu bermain, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga.
Salah satu momen yang paling membekas dalam ingatannya adalah ketika berhasil meraih gelar juara dalam ajang fashion show.
Bukan semata-mata karena trofi yang dibawa pulang, melainkan kebahagiaan melihat kedua orang tuanya tersenyum bangga setelah mendampingi setiap proses latihan.
Menurut Gracesabella May Marlina, keluarga tidak pernah menjadikan prestasi sebagai target utama. Yang lebih penting adalah membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, disiplin, bertanggung jawab, berani mencoba hal baru, menghargai orang lain, dan tidak mudah menyerah.
“Semua aktivitas dijalani sesuai minat dan kemampuan, dengan keseimbangan antara belajar, berlatih, bermain, dan beristirahat,” ujar Gracesabella.
Kimberly memiliki cita-cita menjadi model internasional sekaligus terus mengembangkan karier di dunia perfilman.
Ia juga ingin meningkatkan kemampuan berkuda yang selama ini menjadi salah satu hobinya.
Lebih dari sekadar mengejar popularitas, Kimberly berharap dapat tumbuh menjadi pribadi yang mampu membawa inspirasi dan memberikan manfaat bagi banyak orang melalui karya maupun sikap hidupnya.
Kepada anak-anak seusianya, Kimberly berpesan agar tidak takut mencoba hal-hal baru dan tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti.
“Tetap rajin, disiplin, percaya pada kemampuan diri sendiri, menikmati setiap perjalanan, selalu bersyukur, dan tidak pernah melupakan doa,” katanya.
Di tengah berkembangnya industri kreatif yang membuka semakin banyak ruang bagi talenta muda, kisah Kimberly Tjoa memperlihatkan bahwa bakat memerlukan proses, pendampingan keluarga, pendidikan karakter, dan konsistensi untuk terus bertumbuh.
Setiap kesempatan yang datang bukan hanya menjadi panggung untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga ruang belajar yang membentuk pribadi tangguh sejak usia dini.













