Pendidikan

Keren! Mahasiswa UNAIR Bangun Pembangkit Pikohidro untuk UMKM Desa Ngerong

12
×

Keren! Mahasiswa UNAIR Bangun Pembangkit Pikohidro untuk UMKM Desa Ngerong

Sebarkan artikel ini
Unair

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Aliran irigasi yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk mengairi sawah kini memiliki fungsi baru. Di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, aliran air tersebut diubah menjadi sumber listrik untuk menopang aktivitas usaha mikro.

Inovasi itu lahir dari tangan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program pengabdian masyarakat yang menggabungkan teknologi energi terbarukan dengan pemberdayaan warga.

Example 300x600

Program bertajuk Tirta Pelita digagas Society of Renewable Energy (SRE) UNAIR dan berlangsung sejak Mei hingga awal Agustus 2026. Sasarannya adalah kedai UMKM milik Remaja Masjid Roudhotul Hidayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses listrik karena lokasinya cukup jauh dari jaringan utama.

Ketua Pelaksana Tirta Pelita, Mei Nor Hafizal, mengatakan kondisi tersebut mendorong tim mencari sumber energi alternatif yang tersedia di sekitar lokasi.

Pilihannya jatuh pada saluran irigasi Dusun Karang Ploso yang memiliki debit air stabil sehingga layak dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga pikohidro (PLTPH).

“Kami berfokus pada penerapan Energi Baru Terbarukan melalui implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro. Ke depan, pembangkit ini juga dirancang bersama remaja masjid dan masyarakat dusun untuk membantu penerangan akses jalan menuju lahan pertanian,” ujarnya.

Teknologi pikohidro dipilih karena relatif sederhana, ramah lingkungan, dan mampu menghasilkan listrik dalam skala kecil tanpa bergantung pada bahan bakar fosil.

Kehadiran pembangkit tersebut diharapkan mampu menunjang operasional UMKM sekaligus membuka peluang pemanfaatan listrik bagi kebutuhan masyarakat sekitar.

Namun, Tirta Pelita tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur energi. Tim mahasiswa juga memperkenalkan konsep transisi energi kepada masyarakat melalui sosialisasi mengenai Energi Baru Terbarukan (EBT) dan pentingnya pembangunan berkelanjutan.

Edukasi itu mengacu pada target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya energi bersih dan terjangkau, permukiman berkelanjutan, aksi terhadap perubahan iklim, serta kemitraan.

Untuk memastikan pembangkit tetap beroperasi setelah program selesai, SRE UNAIR membentuk kelompok kader yang berasal dari Remaja Masjid Roudhotul Hidayah. Mereka dibekali kemampuan mengoperasikan, merawat, dan melakukan perawatan berkala terhadap instalasi PLTPH.

“Tim kader telah diberikan sosialisasi, pelatihan operasional, serta pelatihan perawatan sehingga mampu mengelola instalasi secara mandiri setelah program pengabdian selesai,” kata Hafizal.

Selama proses pemasangan, tim sempat menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.

Meski demikian, tantangan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi antara mahasiswa, warga, dan pemerintah desa yang terlibat dalam setiap tahapan pelaksanaan.

Model pengabdian yang diterapkan SRE UNAIR menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai mitra utama.

Karena itu, warga dilibatkan sejak proses identifikasi kebutuhan, pembangunan instalasi, hingga pengelolaan pembangkit agar tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan fasilitas energi terbarukan tersebut.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *