H. Abdul Rohim juga menekankan pentingnya meluruskan niat sebelum berangkat. Keikutsertaan dalam Haul Solo hendaknya dilandasi keikhlasan dan semata-mata mengharapkan rida Allah SWT serta syafaat Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
“Selama di Haul Solo selalu berdoa dan panjatkan sholawat atas nabi agar hati kita tersambung kepada Rasulullah,” ujarnya.
Dalam perspektif Islam, ikhlas merupakan prinsip mendasar dalam beramal. Sebuah amal tidak hanya dinilai dari besarnya pekerjaan yang dilakukan, tetapi juga dari niat yang melandasinya.
Semangat tersebut memiliki relevansi kuat dengan kegiatan khidmah. Menyiapkan ribuan nasi kotak, mengangkut logistik, menjaga pos selama 24 jam, menyajikan minuman hingga membantu jemaah yang membutuhkan merupakan bentuk pelayanan yang membutuhkan tenaga, waktu dan kesabaran.
Ketika seluruh aktivitas tersebut dilakukan dengan niat yang benar, pekerjaan yang secara lahiriah tampak sederhana dapat memiliki nilai ibadah.
Ikhlas juga membantu seseorang tidak menjadikan pujian atau pengakuan manusia sebagai tujuan utama.
Dalam kegiatan sebesar Haul Solo, sikap tersebut menjadi penting. Relawan akan berhadapan dengan jemaah dalam jumlah besar dengan karakter dan kebutuhan yang beragam.
Kesabaran dalam melayani menjadi bagian dari akhlak yang tidak kalah penting dibandingkan kesiapan teknis.
Dua Tahap Keberangkatan
Untuk memastikan seluruh kebutuhan tersedia sebelum puncak acara, keberangkatan rombongan Majelis Ar-Rohimin dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama merupakan keberangkatan tim inti yang bertugas membawa berbagai peralatan dan logistik. Tenda, perlengkapan dapur, kopi, teh serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya akan diangkut menggunakan truk Fuso.
Tim inti dijadwalkan berangkat pada 30 September 2026. Keberangkatan lebih awal tersebut dimaksudkan agar persiapan di lokasi dapat dilakukan sebelum rangkaian kegiatan Haul Solo dimulai pada 2 Oktober.
Tahap kedua diikuti rombongan Srikandi dan jemaah. Mereka akan diberangkatkan menggunakan dua bus yang telah disiapkan.
Setibanya di lokasi, pembagian personel dan tanggung jawab pelayanan akan diterapkan berdasarkan pos masing-masing.







