Example 728x250
Keagamaan

Majelis Ar-Rohimin dan PT MNJ Siapkan Khidmah untuk Haul Solo 2026

6
×

Majelis Ar-Rohimin dan PT MNJ Siapkan Khidmah untuk Haul Solo 2026

Sebarkan artikel ini
KilasJava

Dua titik utama yang telah disiapkan adalah Pos 1 di Masjid Assegaf dan Pos 2 di Masjid Riyadh.

Masing-masing pos akan beroperasi selama 24 jam. Untuk menjaga stamina sekaligus memastikan pelayanan berjalan tanpa jeda, petugas dibagi dalam dua shift, yakni shift pagi dan shift malam.

Pembagian tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga ritme kerja para relawan selama berada di lokasi.

Selain pembagian tugas, tata cara pelayanan di lapangan turut dimatangkan. Para relawan diingatkan agar tidak sekadar mengejar kecepatan ketika membagikan makanan dan minuman, tetapi juga memperhatikan etika dan kesopanan.

Cara berkomunikasi dengan jemaah, sikap saat melayani, ketertiban pembagian konsumsi serta kebersihan lingkungan menjadi bagian dari adab yang harus dijaga.

Haul Solo
Momen saat rapat koordinasi dalam rangka mensukseskan Haul Solo Ke- 115.

Sebab, dalam konsep khidmah, pelayanan bukan sekadar aktivitas teknis. Ada nilai penghormatan kepada sesama, kepedulian sosial dan upaya menghadirkan kemanfaatan bagi orang lain.

Majelis Ar-Rohimin Aktif dalam Dakwah dan Sosial

Persiapan Haul Solo menjadi bagian dari aktivitas keagamaan dan sosial yang selama ini dijalankan Majelis Ar-Rohimin.

Majelis tersebut secara rutin menggelar kajian keagamaan dan kegiatan keumatan. Kajian menjadi ruang bagi jemaah untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi.

Sejumlah agenda juga menghadirkan para ulama dan habaib. Selain kajian rutin, Majelis Ar-Rohimin aktif menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan berbagai agenda keagamaan lainnya.

Aktivitas majelis juga berkembang pada bidang sosial. Kolaborasi dengan PT MNJ dan LPM Suramadu sebelumnya telah diwujudkan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk agenda buka puasa bersama dan keterlibatan dalam pemberdayaan masyarakat serta UMKM.

Pola tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas majelis tidak hanya bertumpu pada kegiatan pengajian. Nilai keagamaan juga diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam konteks Haul Solo, semangat tersebut kembali diwujudkan melalui khidmah kepada jamaah. Para relawan tidak hanya dituntut menyiapkan konsumsi dalam jumlah besar, tetapi juga menjaga adab, ketertiban dan nama baik majelis selama berada di tengah masyarakat.

Dengan keberangkatan tim inti pada 30 September, seluruh logistik diharapkan sudah berada di lokasi sebelum rangkaian Haul Solo dimulai pada 2 Oktober.

Sementara rombongan jemaah akan menyusul menggunakan dua bus yang telah dipersiapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60