Example 728x250
Pendidikan

Banjir Rob Mengintai Surabaya, Pakar ITS Ingatkan Pasang di Atas 2,4 Meter

9
×

Banjir Rob Mengintai Surabaya, Pakar ITS Ingatkan Pasang di Atas 2,4 Meter

Sebarkan artikel ini
Banjir Rob , ITS
Dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS Muhammad Hafiizh Imaaduddiin ST MT menjelaskan bahwa Surabaya tidak bisa menghindari banjir namun bisa meminimalisir risiko.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Surabaya kembali menghadapi potensi banjir rob pada penghujung September 2026. Prediksi pasang air laut yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir.

Pakar mitigasi bencana banjir Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Umboro Lasminto ST MSc, mengatakan ketinggian air pasang merupakan salah satu indikator yang perlu dicermati untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Berdasarkan pengamatan terhadap kejadian sebelumnya, pasang dengan ketinggian lebih dari 2,4 meter perlu diwaspadai karena berpotensi memicu banjir rob.

โ€œDari hasil pengamatan yang pernah terjadi sebelumnya, apabila puncak pasang di atas 2,4 meter maka perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan banjir rob,โ€ kata Umboro.

Menurut dosen Departemen Teknik Sipil ITS itu, masyarakat dapat memantau informasi pasang-surut yang dikeluarkan BMKG maupun sumber resmi lainnya.

BMKG Maritim Tanjung Perak sendiri menyediakan informasi prakiraan cuaca dan pasang-surut untuk wilayah Pelabuhan Tanjung Perak dan perairan sekitarnya.

Umboro menjelaskan, ketinggian pasang di bawah 2,4 meter secara umum memiliki kemungkinan lebih rendah untuk memicu banjir rob. Namun, angka tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai batas mutlak.

Kondisi aktual di lapangan dapat berbeda dengan hasil prakiraan sehingga kewaspadaan tetap diperlukan ketika terjadi prediksi pasang tinggi.

โ€œMasyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan ketika terdapat prediksi pasang tinggi di wilayah pesisir Surabaya,โ€ ujarnya.

Potensi pasang tinggi tersebut juga berkaitan dengan fenomena astronomi. Dosen dan peneliti mitigasi bencana banjir Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS, Muhammad Hafiizh Imaaduddiin ST MT, menjelaskan bahwa pasang air laut memiliki keterkaitan dengan siklus bulan. Periode bulan purnama dapat beriringan dengan kondisi pasang yang lebih besar.

โ€œKenapa September ini terjadi potensi pasang tertinggi hanya karena waktunya kebetulan bersamaan, yakni bulan purnama, pasang tertinggi, kemudian potensi rob,โ€ kata Hafiizh.

Dalam informasi yang dipublikasikan ITS pada 25 September 2026, perkiraan pasang air laut di wilayah Surabaya menunjukkan ketinggian mencapai sekitar 2,4 meter pada 29โ€“30 September 2026.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan genangan.

Hafiizh mengatakan karakteristik geografis Surabaya sebagai wilayah hilir pesisir membuat ancaman banjir rob tidak dapat sepenuhnya dihindari.

Risiko tersebut menjadi semakin kompleks ketika perkembangan kawasan perkotaan mengurangi ketersediaan lahan yang berfungsi sebagai area resapan air.

โ€œSebagai daerah hilir pesisir, Surabaya tidak dapat menghindari potensi banjir rob sehingga perlu diantisipasi melalui pengelolaan drainase,โ€ ujarnya.

Perubahan tata guna lahan menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan. Pertumbuhan kawasan terbangun, mulai dari perumahan dan perkantoran hingga kawasan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), membuat ruang terbuka yang dapat berfungsi sebagai area resapan semakin terbatas.

Dalam konteks tersebut, sistem drainase perkotaan menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko genangan ketika hujan bertepatan dengan kondisi pasang laut yang tinggi.

Pemerintah Kota Surabaya telah memiliki Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) sebagai salah satu instrumen dalam penanganan persoalan drainase perkotaan.

Di tingkat masyarakat, langkah mitigasi dapat dilakukan sebelum air mulai menggenangi kawasan permukiman. Barang-barang yang rentan rusak akibat air dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman, sementara masyarakat yang beraktivitas di kawasan rawan genangan perlu menyiapkan jalur alternatif.

Kesiapsiagaan tersebut tetap diperlukan meskipun pada akhirnya pasang tinggi tidak berkembang menjadi banjir rob. Informasi mengenai pasang-surut juga perlu terus dipantau karena prakiraan dapat diperbarui mengikuti perkembangan kondisi meteorologis dan maritim.

BMKG Maritim Tanjung Perak secara berkala memperbarui informasi prakiraan untuk wilayah Surabaya dan perairan Jawa Timur.

โ€œPersiapan sejak awal dapat membantu meminimalkan risiko dan dampak apabila pasang berkembang menjadi banjir rob,โ€ kata Hafiizh.

Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus membenahi sistem drainase perkotaan menjadi bagian dari agenda membangun kota yang lebih tangguh terhadap risiko bencana.

Dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, langkah tersebut berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 mengenai pembangunan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60