KILASJAVA.ID, BANDUNG – Tradisi masyarakat Dayak menjadi sumber inspirasi tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam menghasilkan karya visual yang membawa mereka meraih juara pertama kompetisi projection mapping tingkat internasional di Bandung.
Tim SEMANTRUYA! dari Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS berhasil meraih Juara 1 kategori Facade Projection Mapping International Student Competition pada ajang PENDAR 2026 yang diselenggarakan .BDG Lights pada 19โ20 September 2026.
Kemenangan itu diraih melalui karya berjudul Hudoq Ngaraang: Tarian Penghancur Bala. Karya tersebut mengambil inspirasi dari tradisi Hudoq masyarakat Dayak dan mengolahnya menjadi pertunjukan visual yang memadukan animasi, pemodelan tiga dimensi, serta projection mapping pada fasad bangunan.
Kompetisi berlangsung di Sabuga dan Museum ITB. Para peserta tidak hanya dituntut menghasilkan visual yang menarik, tetapi juga harus mampu menyesuaikan karya dengan bentuk arsitektur bangunan.
Permukaan fasad menjadi bagian dari medium penceritaan sehingga setiap elemen visual harus dirancang berdasarkan karakter ruang.
Tim SEMANTRUYA! memilih pendekatan yang cukup berbeda. Ketika projection mapping identik dengan visual penuh warna dan permainan cahaya, mereka justru menggunakan nuansa horor untuk membangun atmosfer cerita.
Pilihan tersebut digunakan untuk memperkuat narasi mengenai Hudoq, tarian ritual bertopeng masyarakat Dayak yang berkaitan dengan ungkapan syukur dan harapan akan perlindungan dari gangguan hama.
Dosen pembimbing tim, Tedi Mursalat Farqo, ST, MDs, menjelaskan bahwa pemahaman visual secara spasial menjadi salah satu kunci dalam mengembangkan karya projection mapping.
โInovasi utamanya terletak di narasi dan juga teknik animasi implementasi video mapping pada fasad gedungnya,โ ujar Tedi, dosen Departemen DKV ITS.
Tim tersebut terdiri atas I Nyoman Panji Wiradinata, Dita Aulya Septiani, Shiffa Audrey, dan Muhammad Sirojuddin. Mereka merancang karya tersebut sebagai respons terhadap tema Guyub yang menitikberatkan pada kebersamaan dan gotong royong.
Shiffa Audrey menjelaskan, tim ingin menerjemahkan gagasan tersebut melalui cerita yang memiliki karakter berbeda dari karya projection mapping pada umumnya. Tradisi Hudoq dipilih untuk menggambarkan kekuatan kebersamaan ketika masyarakat menghadapi ancaman.
โKami menggunakan pendekatan dan pilihan visual unik ini agar kesannya lebih mendalam dan berkesan,โ kata Shiffa, mahasiswa angkatan 2023.
Dari sisi produksi, karya tersebut menggabungkan elemen dua dimensi dan tiga dimensi. Pembuatan aset 2D dilakukan menggunakan Clip Studio Paint dan Adobe Illustrator, sedangkan aset 3D dikerjakan menggunakan Blender dan Cinema 4D.
Tahap akhir dilakukan melalui proses compositing dan penambahan efek visual menggunakan Adobe After Effects. Seluruh proses kreatif tersebut diselesaikan tim dalam waktu sekitar dua pekan.
โProses pembuatannya dikerjakan selama dua minggu saja,โ ujar Shiffa.
Dalam ajang PENDAR 2026, SEMANTRUYA! bersaing dengan 15 tim finalis yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Karya mereka kemudian dinyatakan sebagai pemenang pertama pada kategori Facade Projection Mapping International Student Competition.
Bagi Shiffa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk menguji berbagai teknik sekaligus memperluas cara mahasiswa dalam mengembangkan karya visual.
Ia mengajak mahasiswa lain untuk tidak membatasi diri pada satu medium atau pendekatan ketika berkarya.
โCoba cari referensi media lain, eksplor, dan gabungkan berbagai teknik dalam berkarya,โ ujarnya.
Karya Hudoq Ngaraang mempertemukan unsur tradisi, desain komunikasi visual, animasi, teknologi digital, dan arsitektur dalam satu medium. Tradisi yang menjadi sumber cerita diterjemahkan kembali melalui bahasa visual kontemporer dan diproyeksikan mengikuti bentuk fisik bangunan.
Capaian tim SEMANTRUYA! juga menjadi bagian dari kontribusi ITS dalam pengembangan pendidikan dan inovasi yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas serta tujuan kesembilan mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.




















Respon (1)