Example 728x250
Keagamaan

Bahtera Keselamatan di Akhir Zaman, Pesan Habib Muhammad bin Husein al-Habsyi di Majelis Ar-Rohimin

12
×

Bahtera Keselamatan di Akhir Zaman, Pesan Habib Muhammad bin Husein al-Habsyi di Majelis Ar-Rohimin

Sebarkan artikel ini
Majelis Ar-Rohimin
Al-Habib Muhammad bin Husein al-habsy (dua dari kiri), saat silaturahmi di Majelis Ar-Rohimin pada acara rutinan Rabu malam.

Karena itu, kemampuan menyaring informasi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman agama dan kedewasaan dalam bersikap.

Habib Muhammad turut menyinggung fenomena orang yang menyampaikan pendapat keagamaan di ruang digital tanpa landasan keilmuan dan bimbingan guru yang jelas.

Kemudahan mengakses media sosial, menurut dia, tidak otomatis menjadikan seseorang memiliki kapasitas untuk berbicara atas nama agama.

Ia menekankan pentingnya otoritas keilmuan, proses belajar, serta pengakuan dari kalangan ulama sebelum seseorang menyampaikan pandangan keagamaan yang berpotensi memengaruhi masyarakat luas.

Dalam konteks tersebut, ia mengajak jemaah untuk tidak menjadikan popularitas di media sosial sebagai ukuran kebenaran atau kedalaman ilmu seseorang.

Penguasaan ilmu agama memerlukan proses belajar yang sungguh-sungguh, bukan sekadar kemampuan berbicara atau memproduksi konten digital.

Lantas, bagaimana menghadapi berbagai tantangan tersebut?

Habib Muhammad mengarahkan jemaah untuk menjadikan ilmu agama sebagai salah satu benteng utama dalam menghadapi fitnah akhir zaman.

Ia mendorong umat Islam agar membiasakan diri mengikuti pengajian, memperdalam pemahaman agama, dan membangun lingkungan keluarga yang mendukung proses pendidikan keagamaan.

Ia menekankan bahwa kebiasaan mengaji perlu ditanamkan secara berkelanjutan, termasuk kepada anak-anak.

Dengan bekal ilmu, seseorang diharapkan memiliki pegangan dalam menentukan sikap ketika berhadapan dengan beragam informasi dan persoalan kehidupan.

Selain memperkuat ilmu, Habib Muhammad mengingatkan pentingnya mengikuti keteladanan para ulama yang memiliki kedalaman pengetahuan dan akhlak yang baik. Ia menyebut KH Abdul Hamid dari Pasuruan dan Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai figur yang dapat dipelajari kehidupan dan keteladanannya.

Menurut dia, masyarakat dapat mengenali kualitas seorang ulama melalui akhlak, kesungguhan dalam menuntut ilmu, kitab-kitab yang dipelajari, kebiasaan sehari-hari, serta lingkungan pergaulannya.

Hal-hal tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan sosok yang layak dijadikan panutan.

Pesan itu menempatkan hubungan antara ilmu, akhlak, dan keteladanan sebagai bagian penting dalam kehidupan beragama.

Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi, umat Islam diajak tetap memiliki rujukan keilmuan yang jelas serta tidak mudah terbawa arus opini yang belum teruji kebenarannya.

Tausiyah Al-Habib Muhammad bin Husein al-Habsyi dalam pengajian rutin Majelis Ar-Rohimin tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Majelis Ar-Rohimin di tautan https://www.youtube.com/watch?v=CUrWyEHcAa8.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60