Pendidikan

UT Surabaya Perkuat Literasi Perempuan Bangkalan Lewat Program Aksara Berdaya Berbasis Budaya Madura

143
×

UT Surabaya Perkuat Literasi Perempuan Bangkalan Lewat Program Aksara Berdaya Berbasis Budaya Madura

Sebarkan artikel ini
UT Surabaya
Momen foto bersama Ibu-ibu PKK.

KILASJAVA.ID, BANGKALAN – Di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan masyarakat.

Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Terbuka (UT) Surabaya menghadirkan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Tahun 2026 bertajuk Aksara Berdaya: Pemberdayaan Perempuan melalui Literasi Fungsional Berbasis Kearifan Lokal Madura di Dusun Katol Timur, Desa Katol, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan.

Example 300x600

Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendekatan pendidikan yang dekat dengan kehidupan warga.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis, Aksara Berdaya dirancang sebagai sarana penguatan kapasitas perempuan agar mampu berperan lebih aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan keluarga.

UT Surabaya memandang bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam pembangunan masyarakat. Kemampuan memahami informasi, berkomunikasi, mengelola keuangan sederhana, hingga memanfaatkan teknologi digital menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, peningkatan literasi harus dilakukan dengan pendekatan yang relevan dengan kondisi masyarakat setempat.

Melalui program ini, kearifan lokal Madura dijadikan sebagai media pembelajaran utama. Nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat dimanfaatkan untuk membangun suasana belajar yang lebih akrab, mudah dipahami, sekaligus mampu memperkuat identitas budaya peserta.

Bahasa Madura, cerita rakyat, tradisi lokal, kuliner khas, hingga berbagai praktik sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun diangkat menjadi bagian dari materi pembelajaran. Pendekatan tersebut membuat peserta tidak merasa sedang mengikuti pendidikan formal yang kaku, melainkan belajar dari pengalaman dan lingkungan yang mereka kenal setiap hari.

Kegiatan Aksara Berdaya berfokus pada penguatan literasi fungsional perempuan. Materi yang diberikan mencakup kemampuan membaca, menulis, berhitung, komunikasi praktis, literasi ekonomi keluarga, hingga pemanfaatan media digital sederhana yang dapat mendukung aktivitas sehari-hari maupun usaha kecil yang dijalankan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Katol Timur, Khumairoh, mengungkapkan bahwa program tersebut membawa dampak positif bagi perempuan di desanya.

Menurutnya, para peserta menunjukkan perubahan yang cukup signifikan, baik dari sisi semangat belajar maupun keberanian untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.

Ia menilai metode pembelajaran yang mengedepankan budaya lokal menjadi salah satu faktor yang membuat peserta merasa nyaman dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu karena pembelajarannya sederhana, dekat dengan budaya masyarakat, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kami melihat peserta menjadi lebih semangat belajar, lebih percaya diri, dan lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Semoga program ini terus berlanjut dan memberi dampak yang luas bagi perempuan desa,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Dedy Noviantoro, S.Kom., M.AP., menilai bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang mandiri dan produktif.

Karena itu, program yang mengintegrasikan pendidikan dengan budaya lokal memiliki nilai tambah yang besar.

“Program ini bukan hanya meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, tetapi juga mengangkat budaya lokal Madura sebagai kekuatan pembangunan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat seperti ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” katanya.

Ketua Tim PkM Dosen Universitas Terbuka Tahun 2026, Dr. Milawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan program menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama yang terlibat secara aktif dalam seluruh proses kegiatan.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *