Example 728x250
Terkini

547 Regu Ikuti Mini Drama Competition EXPO Madrasah Jatim 2026, Ini Pesan Kakanwil Kemenag

5
×

547 Regu Ikuti Mini Drama Competition EXPO Madrasah Jatim 2026, Ini Pesan Kakanwil Kemenag

Sebarkan artikel ini
Drama Competition

KILASJAVA.ID, SIDOARJO – Panggung Final Mini Drama Competition EXPO Madrasah Jawa Timur 2026 tidak hanya menjadi ruang adu kreativitas seni pertunjukan, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa madrasah untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris di hadapan publik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Ahmad Sruji Bahtiar menyaksikan langsung final kompetisi tersebut yang mempertemukan peserta terbaik jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), Selasa (1/9), di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian EXPO Madrasah Jawa Timur 2026 itu mengusung tema “Bridging Eras: Global Heritage and Green Action on Stage”. Melalui tema tersebut, peserta didik diajak memadukan kemampuan bahasa, seni pertunjukan, pemahaman budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Sruji Bahtiar memberikan apresiasi terhadap penampilan para finalis. Menurutnya, keberanian siswa tampil menggunakan Bahasa Inggris menunjukkan adanya proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik dan pengalaman langsung.

Ia mengatakan, penguasaan bahasa memiliki peran penting dalam membangun kompetensi peserta didik. Menurut dia, ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang perlu disertai kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif agar dapat diterima oleh orang lain.

“Kalau kita mempunyai ilmu yang banyak, mempunyai kompetensi yang banyak, tetapi tidak mampu menyampaikannya dengan bahasa yang baik dan benar, maka apa yang kita sampaikan tidak akan bisa diserap oleh anak-anak,” ujarnya.

Ahmad Sruji Bahtiar menegaskan, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami lingkungan, membangun relasi, dan menyampaikan pengetahuan.

Karena itu, ia mendorong peserta didik madrasah untuk terus meningkatkan kemampuan kebahasaan, terutama Bahasa Inggris yang memiliki peran sebagai salah satu bahasa internasional.

“Perdalam kemampuan bahasa kita. Karena siapa yang menguasai bahasa suatu kaum, maka dia akan aman dari tipu daya mereka,” tuturnya.

Menurutnya, pesan tersebut harus dipahami sebagai dorongan agar siswa memiliki kemampuan komunikasi yang lebih luas. Dengan kemampuan bahasa yang baik, peserta didik akan lebih mudah memahami informasi, berinteraksi dengan masyarakat global, serta menyampaikan gagasan yang dimiliki.

“Dengan menguasai bahasa, kita akan lebih mudah memahami orang lain dan menyampaikan apa yang kita miliki. Kuasai bahasa, maka kita akan lebih mudah menguasai lingkungan dan membangun komunikasi,” jelasnya.

Mini Drama Competition menjadi salah satu program pengembangan kompetensi siswa madrasah melalui pendekatan kreatif. Dalam kompetisi ini, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan menggunakan Bahasa Inggris, tetapi juga dari kemampuan berakting, ekspresi panggung, kerja sama tim, kreativitas, serta penyampaian pesan moral.

Tema besar kompetisi mengajak peserta menghubungkan nilai-nilai warisan budaya masa lalu dengan kehidupan modern. Selain menampilkan cerita dalam Bahasa Inggris, peserta juga diarahkan untuk menghadirkan pesan mengenai kepedulian dan konservasi lingkungan.

Pada tingkat MI, peserta mengangkat tema “A Modern Story about Environmental Conservation”. Sementara jenjang MTs membawakan tema “Indonesian Folktale” dan jenjang MA mengangkat tema “International Folktale”.

Setiap kelompok terdiri atas lima siswa. Dari babak penyisihan yang berlangsung secara daring dan diikuti 547 regu, sebanyak 10 regu dengan nilai terbaik berhasil melaju ke babak final secara luring di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Dewan juri melakukan penilaian melalui empat aspek utama, yaitu pemahaman drama dan kesesuaian tema, ekspresi dan penampilan, aspek kebahasaan, serta kreativitas dan unsur pendukung pementasan.

Aspek kebahasaan mendapatkan bobot penilaian sebesar 30 persen dengan indikator meliputi pronunciation, grammar, fluency, vocabulary, serta ketepatan penggunaan bahasa dalam pertunjukan.

Pada tingkat Madrasah Aliyah, MAN 1 Banyuwangi berhasil meraih Juara 1. Posisi Juara 2 diraih MAN 1 Jember, sedangkan Juara 3 diraih MAN Insan Cendekia Pasuruan. Juara Harapan 1 diraih MAN 6 Jombang, Juara Harapan 2 MAN 1 Bojonegoro, dan Juara Harapan 3 MAN 1 Lamongan.

Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah, Juara 1 diraih MTsN 1 Kota Malang, disusul MTsN 4 Tulungagung sebagai Juara 2 dan MTsN 5 Jombang sebagai Juara 3. Sementara Juara Harapan 1 diraih MTsN 1 Sidoarjo, Juara Harapan 2 MTsN Kota Batu, dan Juara Harapan 3 MTsN 9 Kediri.

Pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah, MI Al Azhar Bandung Tulungagung meraih Juara 1. MIN 1 Kota Malang menempati Juara 2 dan MIN 4 Madiun sebagai Juara 3. Juara Harapan 1 diraih MIN 1 Lamongan, Juara Harapan 2 MIN 1 Kota Madiun, serta Juara Harapan 3 MIN 3 Bondowoso.

Ahmad Sruji Bahtiar berharap kegiatan seperti Mini Drama Competition dapat terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran yang mendorong siswa madrasah memiliki kemampuan akademik sekaligus keterampilan komunikasi.

“Anak-anak kita harus mempunyai banyak kompetensi. Tetapi kompetensi itu juga harus mampu dikomunikasikan dengan baik. Karena itu, kuasai bahasa, perdalam kemampuan berbahasa, dan terus berlatih,” pesannya.

Ia menilai keberanian siswa tampil di ruang publik menggunakan Bahasa Inggris merupakan bagian dari proses pendidikan yang dapat membangun kepercayaan diri, kemandirian, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi lingkungan yang lebih luas.

Melalui EXPO Madrasah Jawa Timur 2026, Mini Drama Competition menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang dikemas melalui seni, budaya, dan kreativitas siswa madrasah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60