Example 728x250
Pendidikan

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Fokus Pantau Kesehatan dan Reproduksi Sapi di Manokwari

3
×

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Fokus Pantau Kesehatan dan Reproduksi Sapi di Manokwari

Sebarkan artikel ini
Tim Patriot Unair

KILASJAVA.ID, MANOKWARI – Sejumlah sapi milik peternak rakyat di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, ditemukan mengalami cacingan dan serangan parasit, termasuk caplak. Temuan itu terungkap dalam kegiatan posyandu ternak keliling yang dijalankan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Airlangga (UNAIR) sejak Agustus 2026.

Hampir empat bulan sejak penempatan, tim yang diketuai Prof. Dr. Erma Safitri, drh., M.Si., tersebut mendampingi peternak dalam memantau kesehatan ternak, mencatat perkembangan reproduksi, serta memperbaiki manajemen pemeliharaan sapi.

Kegiatan posyandu ternak keliling mencakup pendataan populasi, pengisian kartu pencatatan atau recording, pemeriksaan kondisi kesehatan umum, hingga pencatatan status reproduksi sapi.

Tim juga mendokumentasikan riwayat pengobatan dan memberikan rekomendasi mengenai pengelolaan pakan, pemantauan kesehatan, serta penanganan masalah yang ditemukan selama pendampingan.

Menurut Erma, pendataan awal mencakup sekitar 1.000 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, tim memprioritaskan pemantauan intensif terhadap sekitar 150โ€“200 ekor.

Di lapangan, tim menemukan beragam pola pemeliharaan sapi. Sebagian peternak membiarkan ternaknya berkeliaran di area ladang jagung dan perkebunan sawit, sementara sebagian lainnya memelihara sapi di dalam kandang.

Selain persoalan pola pemeliharaan, cacingan dan serangan parasit seperti caplak menjadi masalah kesehatan yang ditemukan selama kegiatan berlangsung.

Kondisi tersebut mendorong pentingnya pemantauan kesehatan ternak secara berkala dan pencatatan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pemeliharaan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR itu mengatakan, pendampingan dilakukan agar peternak dapat mengenali kondisi ternaknya secara lebih menyeluruh. Melalui pencatatan kesehatan dan reproduksi, perkembangan ternak diharapkan dapat dipantau dengan lebih teratur.

Transfer pengetahuan juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Tim berharap peternak semakin mampu menerapkan praktik pemeliharaan yang baik dan meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha ternak.

Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak.

Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan tujuan ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan di kawasan transmigrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60