Uncategorized

Profesor Soedarsono Ungkap Masa Depan Penanganan TB: Diagnosis Makin Cepat, Terapi Lebih Presisi

15
×

Profesor Soedarsono Ungkap Masa Depan Penanganan TB: Diagnosis Makin Cepat, Terapi Lebih Presisi

Sebarkan artikel ini
TB
Prof. Dr. Soedarsono, Sp.P(K).

Respons terhadap terapi dapat dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya beban bakteri, pola resistansi, usia, berat badan, diabetes, HIV, malnutrisi, fungsi hati dan ginjal, interaksi obat, variasi farmakokinetik, hingga faktor genetik.

Karena itu, arah penelitian TB masa depan bergerak menuju precision medicine. Prinsipnya adalah memberikan obat yang tepat kepada pasien yang tepat, dengan dosis dan durasi yang tepat.

Pendekatan tersebut memungkinkan terapi menjadi lebih terindividualisasi berdasarkan karakteristik penyakit dan kondisi pasien.

Resistansi obat menjadi tantangan lain dalam pengendalian TB. Pemeriksaan resistansi secara konvensional membutuhkan waktu karena harus menunggu pertumbuhan bakteri.

Kemajuan teknologi pemeriksaan molekuler membuka peluang untuk memangkas waktu tersebut. Pengembangan rapid molecular assays, targeted sequencing, next-generation sequencing, dan whole-genome sequencing dapat membantu memperoleh profil resistansi secara lebih cepat.

Basis data mutasi resistansi juga menjadi bagian dari perkembangan tersebut. Informasi yang diperoleh dapat membantu menentukan terapi yang efektif sedini mungkin.

Kecepatan mendeteksi resistansi menjadi penting karena pemilihan terapi yang sesuai tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan pengobatan pasien, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadapi persoalan resistansi obat.

Dalam paparannya, Prof. Soedarsono juga mengingatkan bahwa perjalanan TB tidak semestinya dilihat secara sederhana sebagai kondisi laten atau aktif.

Perjalanan penyakit bersifat dinamis. Kondisi seseorang dapat bergerak menuju progresi, stabil, regresi, hingga clearance.

Karena itu, penelitian masa depan perlu menjawab siapa yang memiliki risiko mengalami progresi, siapa yang kemungkinan tetap stabil, serta siapa yang membutuhkan terapi pencegahan lebih intensif.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60