Example 728x250
Pendidikan

Selawat Merah Putih di Yayasan Khadijah Surabaya, Momentum Menanamkan Akhlak dan Cinta Tanah Air

53
×

Selawat Merah Putih di Yayasan Khadijah Surabaya, Momentum Menanamkan Akhlak dan Cinta Tanah Air

Sebarkan artikel ini
Khadijah Surabaya
Momen saat Sholawat Merah Putih di Khadijah Surabaya.

KILAS JAVA, SURABAYA – Ribuan siswa di lingkungan Yayasan Khadijah Surabaya mengikuti kegiatan Selawat Merah Putih dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, Senin (24/8/2026).

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi, Memperkuat Persatuan”, kegiatan tersebut menjadi ajang pembentukan karakter sekaligus penguatan semangat kebangsaan bagi para peserta didik.

Peringatan Maulid Nabi ini menghadirkan Hj. Elfi Ni’mah Hamidah Hanum atau yang akrab disapa Ning Yayang, pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Asy’ariyah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan Selawat Merah Putih diikuti seluruh jenjang pendidikan di bawah Yayasan Khadijah, mulai dari KB, TK, SD, SMP hingga SMA.

Para siswa mengikuti pembacaan selawat Nabi dengan mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol kecintaan kepada Rasulullah sekaligus wujud cinta terhadap tanah air.

Ketua Umum Yayasan Khadijah, Hj. Masruroh Wachid, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW sekaligus memperkuat semangat kebangsaan, terlebih pelaksanaan kegiatan kali ini bertepatan dengan bulan kemerdekaan.

Ia berpesan agar para siswa mampu menerapkan sifat-sifat Rasulullah, seperti kejujuran, toleransi, dan kerja keras dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga bagian dari upaya membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, berprestasi, dan memiliki kecintaan terhadap luar negeri.

Masruroh menyampaikan bahwa berbagai ilmu yang dipelajari saat ini, seperti aljabar, ilmu kedokteran, dan ilmu perbintangan, memiliki keterkaitan dengan kontribusi ulama-ulama Islam terdahulu yang bersumber dari Al-Qur’an.

Ia mencontohkan peristiwa Isra Mi’raj sebagai salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad SAW telah mengalami perjalanan yang melampaui batas kemampuan manusia pada zamannya.

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Maka jangan salah, ketika kita belajar ilmu umum, maka melupakan Islam, itu tidak benar. Peristiwa Isra Mi’raj itu adalah sinyal dari Allah, bahwa Nabi mampu menembus batas, batas keilmuan maupun batas teknologi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Al-Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW mengandung ajaran tentang berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, peradaban, hingga nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, pemahaman terhadap berbagai ilmu dapat diperoleh melalui semangat membaca dan mempelajari alam sebagaimana pesan dalam ayat pertama yang diturunkan Allah SWT, yaitu perintah untuk membaca.

“Dan itu akan bisa kita peroleh apabila kita iqro, bacalah, sesuai dengan ayat pertama yang diturunkan Allah, maka bacalah, bacalah semua yang ada di alam ini, sebagai bentuk bahwa manusia adalah sebagai makhluk Allah, sebagai khalifah di bumi,” jelasnya.

Khadijah
Ketua Umum Yayasan Khadijah Surabaya, Hj. Masruroh Wachid, saat wawancara.

Masruroh menambahkan bahwa nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak manusia, khususnya umat Islam.

Ia mengutip hadis Qudsi yang menyatakan, “Jika bukan karena engkau (wahai Muhammad), tidak akan Aku ciptakan alam semesta.”

“Kita menjadi manusia yang berakhlak karena suri teladan dari Baginda Rasulullah Muhammad SAW, maka hal ini wajib kita syukuri dengan selalu meneladani akhlak mulia beliau,” tuturnya.

Di penghujung kegiatan, Ketua Umum Yayasan Khadijah berharap para siswa Khadijah kelak dapat menjadi pemimpin yang amanah dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60