Dari sisi teknis perlombaan, ISOPLUS memastikan kesiapan rute dengan melakukan proses kalibrasi lebih presisi agar jarak yang ditempuh peserta sesuai dengan kategori perlombaan. Penyelenggara juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan hidrasi melalui penyediaan water station di sepanjang lintasan.
Race Director ISOPLUS Run Series 2026, Safrita Aryana, mengatakan water station tahun ini tersedia setiap 1,5 kilometer, lebih dekat dibanding standar umum internasional yang berada pada jarak 2,5 kilometer.
“Race yang baik bukan hanya soal bagaimana pelari mencapai garis finis, tetapi juga bagaimana seluruh aspek race dipersiapkan dengan standar yang tepat,” ujar Safrita.
Menurut Safrita, penyediaan fasilitas hidrasi tersebut merupakan bagian dari komitmen ISOPLUS dalam memberikan pengalaman berlari yang aman dan nyaman bagi peserta.
Selain menyediakan fasilitas pendukung, ISOPLUS juga memperkuat aspek edukasi melalui program pendampingan latihan dan nutrisi. Program tersebut diberikan oleh Professional Running Coach Andy Soegiyanto bersama Dokter Spesialis Gizi dr. Angela Dalimarta, Sp.GK.
Program tersebut dirancang untuk membantu peserta mempersiapkan diri secara lebih terarah, baik bagi pelari yang baru memulai aktivitas lari maupun mereka yang ingin meningkatkan performa.
Anggota baru ISOPLUS Squad, Diego Takaredase, mengaku merasakan manfaat dari program 21 Weeks Training yang diberikan ISOPLUS. Menurutnya, pendampingan tersebut membantu peserta memahami pola latihan, intensitas olahraga, hingga kebutuhan waktu istirahat.
“Untuk menjaga performa, sehat itu bukan hanya soal latihan, tapi juga bagaimana kita memenuhi kebutuhan nutrisi, menjaga hidrasi, dan memberikan tubuh waktu untuk beristirahat,” ujar Diego.
Persaingan di lintasan juga berlangsung ketat. Pada kategori umum 10K putra, Syamsuddin Massa berhasil menjadi juara pertama dengan catatan waktu 31:27. Sementara kategori 10K putri dimenangkan Novia Nur dengan waktu 37:09.














