KILASJAVA.ID, SURABAYA – Pergeseran paradigma bisnis global mendorong institusi pendidikan tinggi untuk menghadirkan model pembelajaran yang lebih relevan dengan tantangan zaman.
Keberhasilan sebuah korporasi kini tidak lagi semata diukur dari besarnya keuntungan finansial, melainkan juga dari kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan sosial, serta tata kelola organisasi yang bertanggung jawab.
Membaca perubahan tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) resmi meluncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) beserta Program Magister Manajemen (MM) dengan fokus Manajemen Berkelanjutan. Jumat (26/6/2026).
Program ini dirancang untuk melahirkan pemimpin yang mampu mengintegrasikan kompetensi manajerial modern dengan prinsip keberlanjutan yang menjadi tuntutan dunia usaha dan sektor publik.
Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng., menegaskan bahwa gagasan mengenai keberlanjutan sesungguhnya bukan konsep baru bagi dunia Islam.
Nilai tersebut telah lama menjadi bagian dari tradisi pemikiran Nahdlatul Ulama melalui konsep Khilafah fil Ardh yang menempatkan manusia sebagai pemimpin di bumi dengan amanah menjaga keseimbangan alam dan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan.
“Islam mengajarkan manusia untuk memakmurkan bumi sekaligus mencegah segala bentuk kerusakan. Spirit inilah yang kami terjemahkan ke dalam kurikulum pendidikan modern agar mampu menjawab tantangan global,” ujarnya.
Karena itu, pendirian SMKB diposisikan sebagai langkah strategis sekaligus ijtihad akademik dalam menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta praktik bisnis kontemporer.
Berbeda dari program Magister Manajemen konvensional, MM UNUSA dibangun di atas dua pilar utama yang menjadi pembeda sekaligus kekuatan akademiknya.
Pilar pertama adalah penguatan kompetensi manajemen modern secara menyeluruh. Mahasiswa akan memperoleh pemahaman mendalam mengenai strategi pemasaran, pengelolaan operasi dan rantai pasok, manajemen keuangan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Pada aspek pemasaran, mahasiswa tidak hanya mempelajari strategi membangun merek, tetapi juga bagaimana menciptakan pendekatan bisnis yang etis dan responsif terhadap perubahan perilaku konsumen.
Sementara itu, pada bidang operasi dan supply chain, pendekatan green supply chain menjadi bagian penting untuk mendorong efisiensi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas industri.
Di bidang keuangan, mahasiswa dibekali kemampuan mengelola investasi dan pembiayaan berbasis prinsip transparansi serta akuntabilitas.
Sedangkan pada manajemen sumber daya manusia, fokus diarahkan pada pengembangan human capital yang adaptif, tangguh, serta mampu menciptakan keseimbangan antara produktivitas dan kualitas hidup pekerja.
Pilar kedua adalah penguatan kemampuan analisis data sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Di tengah derasnya transformasi digital, seorang pemimpin dituntut mampu menyusun kebijakan berdasarkan data empiris, bukan sekadar intuisi.
Karena itu, mahasiswa akan dibekali kemampuan data-driven decision making melalui berbagai pendekatan analisis dan pemodelan keputusan sehingga setiap strategi bisnis memiliki tingkat akurasi yang tinggi serta risiko yang dapat diukur secara objektif.













