Example 728x250
Pendidikan

Futechi Farm Karya Mahasiswa ITS Terjual Rp 105 Juta, Bidik Peternakan Modern

9
×

Futechi Farm Karya Mahasiswa ITS Terjual Rp 105 Juta, Bidik Peternakan Modern

Sebarkan artikel ini
ITS
Salah satu anggota peneliti Khoerunnisa Utami saat demo menjalankan sistem melalui aplikasi Futechi Farm melalui gawai pintar.

Material tersebut memungkinkan kotoran ayam jatuh ke bagian bawah kandang sehingga proses pembersihan dan pemeliharaan menjadi lebih praktis.

Pengembangan sistem juga mencakup integrasi pengelolaan kotoran ayam dengan kolam lele. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya tim membangun sistem peternakan yang saling terhubung, dengan perhatian pada efisiensi operasional dan keberlanjutan pengelolaan usaha.

Riset Futechi Farm dimulai pada awal Januari 2026. Dalam pengembangannya, tim memperoleh dukungan pendanaan dari Asian Development Bank (ADB) dan ITS melalui program HETI, serta pendampingan bisnis dari Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif (ILBI), Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS.

Samsuddin, yang berprofesi sebagai Manufacturing Designer, mengatakan pengembangan teknologi peternakan tidak semestinya hanya dinikmati industri berskala besar.

Peternak lokal juga perlu memperoleh akses terhadap inovasi yang dapat membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa ITS terus mendorong hasil riset agar tidak berhenti sebagai konsep akademik.

Melalui pendanaan, pembinaan, dan kemitraan, perguruan tinggi berupaya memastikan inovasi yang dikembangkan mahasiswa dan lulusan dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta pemerintah.

Ke depan, tim Futechi Farm menargetkan pengembangan platform digital yang menghubungkan lebih banyak aktivitas usaha peternakan, mulai dari proses produksi hingga pemasaran dan akses pembiayaan.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah integrasi sensor penghitung telur pada conveyor untuk merekam jumlah produksi harian secara otomatis melalui aplikasi Futechi Farm.

Tim juga merencanakan sistem distribusi pakan otomatis dari gudang menuju kandang serta pendampingan pemeliharaan ayam berdasarkan usia dan kebutuhannya.

Di bidang pengembangan pakan, tim menjajaki inovasi pakan berbasis mikroalga melalui kolaborasi riset dengan dosen Departemen Biologi ITS. Sementara itu, platform pemasaran akan dikembangkan untuk mempertemukan peternak secara langsung dengan pembeli berskala besar, distributor, dan mitra industri.

Samsuddin berharap Futechi Farm dapat berkembang menjadi sarana yang memperluas akses peternak terhadap pasar dan kemitraan usaha.

Pengembangan tersebut sekaligus membuka peluang integrasi antara teknologi produksi, pencatatan hasil peternakan, dan distribusi produk.

Inovasi Futechi Farm berkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60