Example 728x250
Pendidikan

Bappenas Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Percepat Pencapaian SDGs Kesehatan

9
×

Bappenas Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Percepat Pencapaian SDGs Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Bappenas

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Peningkatan kesehatan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui layanan medis. Faktor pendidikan, pendapatan, pangan, sanitasi, hingga kondisi lingkungan turut menentukan kualitas kesehatan.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas, Diah Lenggogeni ST MSc, dalam kegiatan SDGs Connect 11th IAC Meeting and 5th Health Promotion International di Aula Garuda Mukti, Lantai 5 Kantor Manajemen, Kampus MERR-C Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (15/10/2026).

Dalam pemaparannya, Diah menjelaskan bahwa integrasi SDGs dalam perencanaan pembangunan nasional terus diperkuat.

Agenda pembangunan berkelanjutan tersebut tidak hanya menjadi dokumen pelengkap, tetapi juga menjadi bagian dari proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang.

โ€œSDGs bukan sekadar dokumen tambahan, tetapi menjadi bagian dari cara Indonesia merencanakan, menganggarkan, dan melaksanakan pembangunan dalam berbagai aspek bidang untuk ke depannya,โ€ jelasnya.

Meski berbagai kemajuan telah dicapai, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memenuhi target SDG 3 yang berkaitan dengan kehidupan sehat dan kesejahteraan.

Persoalan tersebut antara lain tingginya angka kematian ibu, peningkatan insidensi tuberkulosis (TBC), serta meningkatnya prevalensi obesitas pada orang dewasa.

Tantangan kesehatan juga berkaitan erat dengan persoalan di luar sektor medis, terutama akses sanitasi dan pengelolaan sampah nasional.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat memerlukan kebijakan yang menjangkau berbagai sektor pembangunan.

โ€œKesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Pendapatan, pendidikan, perumahan, pangan, air bersih, transportasi, dan lingkungan turut menentukan kondisi kesehatan masyarakat,โ€ ujar Diah.

Dalam konteks tersebut, Diah menekankan pentingnya pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Pendekatan ini menjadi bagian dari arah pembangunan jangka panjang Indonesia, sejalan dengan target peningkatan angka harapan hidup menjadi 80 tahun pada 2045.

Diah juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian SDGs dan penerapan One Health.

Perguruan tinggi diharapkan mampu mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut ke dalam pendidikan, mengembangkan riset lintas disiplin, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang didasarkan pada bukti ilmiah.

โ€œPerguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan SDGs dan pendekatan One Health ke dalam pendidikan, mendorong riset lintas disiplin, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti,โ€ pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60