Example 728x250
Pendidikan

Mahasiswa UNAIR Sabet 2 Emas PIMNAS ke-39, Riset Femisida dan Radikalisme Jadi Sorotan

×

Mahasiswa UNAIR Sabet 2 Emas PIMNAS ke-39, Riset Femisida dan Radikalisme Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Unair PIMNAS

Salah satu strategi yang akan dioptimalkan adalah program UNAIR Menagih Janji bagi mahasiswa yang diterima melalui jalur prestasi. Program tersebut menjadi upaya mendorong mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan dan mempertahankan prestasi yang telah menjadi modal mereka saat memasuki perguruan tinggi.

UNAIR juga berencana memperkuat keterlibatan mahasiswa baru dalam pengembangan gagasan dan inovasi. Dengan demikian, budaya kompetisi diharapkan terbentuk sejak awal masa perkuliahan.

โ€œKami mencoba mempersiapkan jauh lebih lama. Insyaallah, mulai satu tahun setelah event ini, tim kami sudah bergerak mencari talent-talent. Kami ingin atmosfer kompetisi itu tercipta di UNAIR,โ€ ungkapnya.

Selain pembinaan, UNAIR juga menyiapkan bentuk apresiasi bagi mahasiswa yang berhasil mengharumkan nama universitas melalui PIMNAS.

Penghargaan tersebut berupa dukungan finansial dan akademik yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor.

Salah satu bentuk apresiasi akademik yang disiapkan adalah fasilitas pembebasan skripsi bagi mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan PKM, sesuai ketentuan yang berlaku.

Eko berharap dukungan tersebut dapat memberikan motivasi lebih besar bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya dan mengembangkan potensi akademiknya.

โ€œHarapannya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga ada apresiasi lainnya yang bisa memberikan semangat bagi mereka untuk terus berprestasi,โ€ pungkasnya.

Di balik keberhasilan dua tim PKM-RSH meraih medali emas, terdapat peran dosen pendamping Herdina Indrijati, MPsi Psikolog, yang turut mengawal proses penelitian sejak tahap perumusan gagasan hingga persiapan menghadapi kompetisi nasional.

Herdina menjelaskan, proses menuju PIMNAS membutuhkan persiapan panjang. Pembinaan bahkan telah dilakukan sejak sebelum proposal penelitian diunggah, melalui diskusi intensif untuk menentukan tema dan arah penelitian yang tepat.

โ€œPKM menuju PIMNAS ini merupakan kompetisi dengan persiapan yang panjang. Bukan hanya satu atau dua bulan, tetapi satu tahun. Bahkan sebelum proposal diunggah, kami sudah berdiskusi intens untuk menemukan tema yang benar-benar sesuai,โ€ ungkapnya.

Dalam proses tersebut, pendampingan tidak hanya berfokus pada kualitas substansi penelitian. Dinamika kerja sama antarmahasiswa dan kondisi psikologis anggota tim juga menjadi perhatian, terutama karena kedua kelompok mengangkat isu sensitif mengenai radikalisme remaja dan femisida atau pembunuhan perempuan.

Tantangan semakin terasa ketika kedua tim dinyatakan lolos ke PIMNAS. Mereka hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mematangkan persiapan presentasi. Namun, latihan yang telah dilakukan sejak awal penelitian membantu mahasiswa menghadapi keterbatasan waktu tersebut.

Herdina mengaku telah memberikan keyakinan kepada mahasiswa sejak awal bahwa mereka mampu menembus PIMNAS. Karena itu, latihan presentasi sudah dilakukan sejak proses pengambilan data penelitian.

โ€œSaya sejak jauh hari selalu mengatakan kepada mereka, โ€˜Kamu akan lolos PIMNASโ€™. Jadi, latihan presentasi sudah dilakukan sejak mereka mulai mengambil data. Ketika waktu persiapan sangat singkat, mereka sudah lebih siap,โ€ jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60