KILASJAVA.ID, SURABAYA – Mengurangi pekerjaan manual, menekan biaya operasional, dan menjaga produktivitas menjadi tantangan yang dihadapi peternak ayam petelur. Tujuh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjawab persoalan tersebut melalui Futechi Farm, inovasi kandang ayam berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan sejumlah proses pemeliharaan ternak dalam satu sistem otomatis.
Inovasi yang dikembangkan mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS itu tidak hanya berhenti pada tahap riset. Futechi Farm telah mencatatkan penjualan tiga unit platform dengan nilai keseluruhan Rp 105 juta. Dua unit senilai Rp 70 juta dipasarkan ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sedangkan satu unit lainnya senilai Rp 35 juta terjual ke Papua.
Capaian tersebut menjadi langkah awal tim dalam membawa teknologi peternakan modern ke pasar.
Sistem ini dirancang untuk membantu peternak, terutama pelaku usaha kecil dan menengah, mengelola kegiatan operasional secara lebih efisien melalui penerapan otomasi dan pemantauan digital.
Ketua Tim Inovator Futechi Farm, Muhammad Samsuddin, menjelaskan bahwa sebagian peternak ayam petelur masih mengandalkan tenaga manusia untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Pola tersebut membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang besar, sekaligus meningkatkan biaya operasional, terutama ketika jumlah ternak semakin banyak.
โPemberian pakan dapat dilakukan secara otomatis dan terjadwal yang dapat dikendalikan melalui panel kontrol ataupun ponsel pintar,โ ujar Samsuddin.
Bersama enam anggota tim lainnya, yakni Khoerunnisa Utami, Yusran Ardian Hamissy, Risky Firmansyah, Muhammad Tabranie, Osama Ilham Prasetya Putra, dan Achmad Rizky Tri Wibowo, Samsuddin mengembangkan sistem yang mengintegrasikan pemberian pakan otomatis, pemantauan suhu, pengumpulan telur, hingga deteksi indikasi penyakit pada ayam.
Futechi Farm juga dilengkapi pengaturan jadwal vaksinasi dan sterilisasi. Fitur tersebut dirancang untuk membantu peternak menjalankan perawatan secara teratur berdasarkan jadwal yang disesuaikan dengan usia ayam. Dengan pengelolaan yang lebih sistematis, kegiatan pemeliharaan diharapkan dapat berlangsung lebih terukur.
Tim turut memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu mendeteksi indikasi penyakit pada ayam dalam populasi besar.
Teknologi ini diharapkan mendukung identifikasi dini sehingga peternak dapat mengambil tindakan sebelum gangguan kesehatan berdampak terhadap produktivitas ternak.
Di sisi konstruksi, kandang Futechi Farm menggunakan material weld mesh sebagai alternatif bambu yang umum digunakan pada kandang konvensional.




















