Example 728x250
Pendidikan

Peringati Hari Santri 2026, Yayasan Khadijah Surabaya Tanamkan Nilai Nasionalisme

9
×

Peringati Hari Santri 2026, Yayasan Khadijah Surabaya Tanamkan Nilai Nasionalisme

Sebarkan artikel ini

KILASJAVA.ID, SURABAYA –ย  Menjadi santri bukan hanya tentang mendalami ilmu agama, tetapi juga membangun akhlak dan menumbuhkan tanggung jawab terhadap bangsa. Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar Yayasan Khadijah Surabaya melalui Santri Khadijah Fest (SKF) 2026, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pendidikan Khadijah tersebut diawali dengan apel yang melibatkan pengurus yayasan, pimpinan unit pendidikan, kepala pondok pesantren, guru, karyawan, serta siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Apel diikuti siswa kelas VI SD Khadijah, kelas VIII SMP Khadijah, dan kelas XI SMA Khadijah. Santri Pondok Pesantren Khadijah bertugas sebagai petugas apel, sedangkan Drs. Abdullah Sani, M.Pd., bertindak sebagai pembina.

Dalam amanatnya, Abdullah Sani mengingatkan para santri bahwa mereka merupakan calon pemimpin masa depan yang akan berkontribusi sesuai bidang masing-masing.

Karena itu, ia menekankan tiga hal yang perlu menjadi pegangan dalam kehidupan santri, yakni kesungguhan menuntut ilmu, menjaga akhlak, serta bersikap tawadhu kepada guru dan patuh kepada orang tua.

Ia menjelaskan, menuntut ilmu harus dilandasi niat yang sungguh-sungguh, baik untuk menerangi kebodohan maupun sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Ilmu juga perlu berjalan beriringan dengan akhlak agar dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, santri diingatkan untuk menghormati guru, menaati orang tua, serta senantiasa mendoakan mereka.

โ€œInsyaallah masa depan gemilang kita raih ketika tiga hal ini selalu ditanamkan dalam diri anak-anak. Semoga santri Khadijah selalu menjaga amanah dan menjadi generasi yang berakhlak mulia,โ€ tutur Abdullah Sani.Khadijah Surabaya

Usai apel, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Santri Khadijah Fest 2026 dan defile peserta menuju lokasi perlombaan. Berbagai kompetisi disiapkan untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan keagamaan, intelektual, dan kreativitas.

Pada Kamis (22/10/2026), perlombaan meliputi Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Musabaqah Hifdzun Nadzom Aqidatul Awam (MHN), Musabaqah Qirotul Kutub (MQK) dengan materi Matan Ghoyah wa Taqrib, serta lomba kolase.

Kompetisi berlanjut pada Sabtu (24/10/2026), dengan agenda lomba sholawat, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), dan Olimpiade Pendidikan Agama Islam (OLPAI). Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang.

Santri Khadijah Fest tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan peserta, tetapi juga sarana membangun kedisiplinan, kepercayaan diri, dan sportivitas. Melalui perlombaan, santri memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi sekaligus belajar menghargai proses dan kemampuan orang lain.

Dalam peringatan tersebut, Abdullah Sani juga menegaskan pentingnya memahami Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk merefleksikan peran pesantren dalam sejarah perjuangan Indonesia. Salah satu catatan pentingnya adalah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Nilai perjuangan tersebut perlu diteruskan oleh generasi muda melalui pendidikan yang membangun pengetahuan, karakter, dan kepedulian sosial. Santri masa kini tidak hanya dituntut memahami ilmu agama, tetapi juga mampu menghadapi perkembangan zaman dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.

Bagi Yayasan Khadijah Surabaya, Santri Khadijah Fest menjadi salah satu ruang untuk menghubungkan pendidikan Islam dengan pembentukan karakter kebangsaan. Keterlibatan siswa dari berbagai jenjang pendidikan juga membuka kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan mengenalkan tradisi keilmuan Islam sejak dini.

Semangat cinta Tanah Air, dalam konteks pendidikan tersebut, perlu diwujudkan melalui tindakan sehari-hari. Kesungguhan belajar, kedisiplinan, penghormatan terhadap keberagaman, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial merupakan bagian dari tanggung jawab generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60